Sampah Menumpuk, Petani di Sidoarjo tak Bisa Panen

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 16 Aug 2017 01:47 WIB
sampah menumpuk
Sampah Menumpuk, Petani di Sidoarjo tak Bisa Panen
Warga Dusun Gebang Sidoarjo membersihkan sampah karena menghambat aliran air sungai ke sawah, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Tumpukan sampah tak hanya membuat suasana menjadi tak sedap dipandang atau berbau. Bagi warga Dusun Gebang, Desa Gisik, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, efek tumpukan sampah jauh lebih parah. Yaitu, petani gagal panen sejak dua tahun lalu.

Pantauan Metrotvnews.com, Selasa 15 Agustus 2017, sampah bertebaran di sepanjang Kali Mancas, mulai dari hilir hingga Sidoarjo, memanjang sejauh 3 km. Sampah berasal dari kemasan plastik hingga rumah tangga.

"Sudah bertahun-tahun kondisi seperti ini. Sampah hilang, datang lagi. Begitu seterusnya," kata Kardi, 53, warga setempat.

Bagi warga, tumpukan sampah bukan hal asing. Namun kondisi itu menjadi ironi di saat Pemkab SIdoarjo tengah menggalakkan jargon: Sidoarjo Peduli Sungai, Sidoarjo Peduli Jalan.

Yang membuat miris, air sungai tak mengalir. Padahal warga memanfaatkan air sungai untuk mengairi sawah.

Sampah yang menumpuk mengakibatkan sungai kering. Warga sebanyak 200 kepala keluarga di Dusun Gebang sulit mendapatkan air. Mereka pun tak bisa memanen. Sementara pertanian merupakan mata pencairan utama.

"Sudah dua tahun kami gagal panen. Airnya kering, malah sampahnya yang menumpuk. Kalau terus-terusan begini, bagaimana nasib warga," ungkap Kardi.

Kardi mengaku ia dan warga lain harus membersihkan sampah dengan mandiri. Bila tidak, kondisi akan semakin parah. Sedangkan campur tangan pemerintah belum mereka rasakan.



(RRN)