Warga Sumenep Harus Beli Air untuk Konsumsi

Rahmatullah    •    Selasa, 05 Sep 2017 18:50 WIB
kemarau dan kekeringan
Warga Sumenep Harus Beli Air untuk Konsumsi
Antrean jeriken warga untuk menerima air bersih dari BPBD Sumenep. Foto: MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kekeringan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, semakin parah. Contohnya, warga di Desa Air Jambu, Kecamatan Arjasa, Pulauan Kangean yang harus beli air kemasan untuk konsumsi sehari-hari.

Warga setempat, Ahmad Rahman, menuturkan air sumur di wilayah itu semakin menyusut. Selain itu, air sumur juga kotor dan berlumut. Rata-rata untuk kebutuhan minum warga beli air kemasan yang dijual di toko-toko. Sebab untuk meminum air dari sumur itu merasa jijik.

“Bisa dibayangkan sendiri bagaimana perasaan kita ketika ingin meminum air yang kotor itu. Tentu perasaan kita menolak. Maka mau tidak mau, untuk kebutuhan minum harus beli,” jelas Rahman, Selasa 5 September 2017.

Baca: Kekeringan di Sumenep Diprediksi Hingga Awal Oktober

Jarak antara rumah dan sumur sepanjang 500 meter. Meski begitu, Rahman mengaku tetap menimba air di sumur itu. Ketika sudah tiba di rumah, air tersebut kemudian disaring menggunakan kain sehingga tidak terlalu kotor. Air itulah yang digunakan memasak dan mandi, termasuk mencuci pakaian.

“Tapi kami harus menggunakan air tersebut seirit mungkin. Misalnya biasa menghabiskan tiga ember untuk mandi, saat ini tidak boleh lebih dari satu ember,” tutur dia.

Baca juga: 36 Desa di Sumenep Rawan Kekeringan

Sementara warga lain, Misnadin, memilih tidak menimba air di sumur dengan alasan jarak tempuh yang lumayan jauh. Dia membeli air kepada warga lain yang biasa menjajakan air menggukan mobil bak terbuka. Jika air tersebut sudah habis, dia langsung beli lagi.

“Mau bagaimana lagi kalau sudah kebutuhan,” jelasnya.

Untuk tiap tangki yang berisi 400 liter air, dia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp150 ribu. Air yang dibelinya itu dapat digunakan untuk minum, memasak dan mencuci pakaian selama tiga har.

Misnadin berharap kemarau segera berlalu, sehingga kebutuhan air bersih tercukupi tanpa membeli lagi.

 


(SUR)