Warga tak Pernah Curiga Agus Terduga Teroris

Syaikhul Hadi    •    Senin, 19 Jun 2017 20:57 WIB
penggerebekan teroris
Warga tak Pernah Curiga Agus Terduga Teroris
Lokasi Penangkapan terduga teroris di Jalan Tanah Merah Gang II, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Senin, 19 Juni 2017. --MTVN/Syaikhul--

Metrotvnews.com, Surabaya: Banyak warga Jalan Tanah Merah, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, tak menyangka Agus Tri Mulyono, 37, terlibat jaringan terorisme. Agus dikenal baik dan rajin salat di masjid.

Agus dan istri serta empat anak mereka sudah menetap di Jalan Tanah Merah, sejak dua tahun lalu. Meski begitu, tak banyak warga yang tahu nama asli Agus. Mereka lumrah memanggil Agus dengan sebutan pak Jenggot. Lantarannya, sederhana. Agus memang membiarkan jenggotnya memanjang.

Budi Slamet, 40, menjadi salah satu warga yang terkejut dengan penangkapan Agus. Dia baru ngeh Agus terlibat jaringan teroris, ya saat penangkapannya di depan Masjid Umar.

"Saya tahunya (dia) pak Jenggot," kata Budi kepada Metrotvnews.com, Senin, 19 Juni 2017. 

Budi menambahkan, sampai saat ini masih banyak warga yang juga tidak mengetahui nama asli istri dan anak-anak Agus. "Istrinya juga jarang keluar." Yang warga tahu, tambah Budi, keluarga itu mengontrak rumah milik Muntik, 60, dengan masa sewa dua tahun. Ongkos sewanya Rp5 juta.

Warga, menurut Budi, pernah menanyakan asal usul Agus. Tapi, mereka tak pernah mendapat jawaban. Agus seperti sengaja menyembunyikan identitasnya. Dirinya bahkan sempat meminta agar Agus memangkas jenggotnya. "Biar enggak seperti teroris. Tapi dia hanya senyum-senyum."

Toh, warga tak curiga dengan ketertutupan Agus dan keluarga. Warga dan keluarga pedagang sayur itu tetap berhubungan baik. Warga juga sudah hapal, usai berdagang Agus punya kesibukan mengantar jemput anaknya yang bersekolah di Jalan Ampel. 

Hal yang sama juga disampaikan Maryati, 45. Agus dikenal sebagai orang yang ramah. Namun, warga belum pernah menemui Agus bersenda gurau dengan tetangga, kecuali saat berdagang. "Jarang sekali berkumpul sama tetangga, kalau enggak pas jualan. Tapi dia sangat baik kok," katanya. 

Dirinya juga baru tersadar, identitas yang disembunyikan oleh Agus baru terkuak setelah penangkapan tim densus 88. "Enggak menyangka saja, ternyata warga belum sepenuhnya kenal dengan sosoknya pak Agus. Karena sampai sekarang kami juga belum tahu asalnya dari mana," singkatnya. 


(ALB)