KPK Selisik APBD Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 10 Oct 2018 14:24 WIB
kpkkasus korupsi
KPK Selisik APBD Malang
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Purnadi

Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Rabu, 10 Oktober 2018. Kali ini giliran kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang yang diperiksa lembaga antirasuah tersebut.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Purnadi, mengatakan tim penyidik KPK menggeledah untuk mencari dokumen. Namun, diakuinya semua dokumen yang diperiksa KPK itu hanya dilihat. 

"Sedangkan apa saja yang dibawa itu nanti akan disampaikan tim KPK. Silakan ditanyakan sendiri ke tim KPK itu ada atau tidak. Itu kewenangan dari KPK untuk menyampaikan. Kami tidak diizinkan untuk menyampaikan," katanya usai penggeledahan.

Baca: Bupati Malang Mengaku Jadi Tersangka Korupsi

Purnadi menjelaskan penyidik KPK menggeledah dan memeriksa seluruh dokumen yang ada di kantornya. Termasuk surat masuk, surat keluar, dokumen anggaran pendapatan daerah dan dokumen-dokumen lainnya.

"Semua ruangan diperiksa, ruangan saya, staf, dan ruangan pelayanan. Anggaran juga diperiksa. Dipelajari dan dibaca. Kalau berkas-berkas hanya dilihat saja dan dikembalikan. Jumlah semuanya enggak menghitung," ungkapnya.



Diakuinya, tim penyidik KPK yang melakukan penggeledahan berjumlah 10 orang. Masing-masing penyidik didampingi oleh staf Bapenda saat menggeledah. Selain dokumen, KPK juga memeriksa ponsel dari seluruh staf di sana.

"Saya sendiri dengan Pak Ketua tadi itu. HP juga diperiksa. HP saya, HP staf yang ada di sini, semuanya ditaruh di meja ruang tamu. Semua HP dan identitas KTP. Pokoknya HP dan KTP yang ada di sini semua diperiksa," bebernya.

Baca: KPK Geledah 4 Lokasi di Malang

Selama penggeledahan, Purnadi mengaku tidak ada pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik KPK. Meski kantornya digeledah, mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini mengaku pelayanan masyarakat tidak akan terganggu.

Seperti diketahui, dua hari sebelumnya, KPK dikabarkan telah menggeledah sembilan lokasi di Malang sejak Senin 8 Oktober 2018 hingga Selasa 9 Oktober 2018. Penggeledahan ini diketahui dalam rangka pengembangan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2011.


(ALB)