Janjikan Pekerjaan, Polisi Gadungan Ditangkap

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 06 Nov 2018 18:36 WIB
polisi gadungan
Janjikan Pekerjaan, Polisi Gadungan Ditangkap
Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap seorang polisi gadungan, bernama Suhermanto, 36, Selasa, 6 November 2018. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.

Sidoarjo: Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap seorang polisi gadungan, bernama Suhermanto, 36, setelah menipu beberapa korbannya untuk mencarikan sebuah pekerjaan.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris mengatakan, tersangka ditangkap di tempat tinggalnya di kawasan Flamboyan, Desa Kepunten, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur beberapa waktu lalu. 

Penangkapan dilakukan berdasar laporan korban bernama Bagas, 22, warga Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo dan Nurul Arista, 25, warga Desa Sukodono, Sidoarjo.

"Ada yang dijanjikan kerja Djadi tukang parkir di Juanda, ada juga yang ditawari bekerja di PT. Gudang Garam," kata Harris, Selasa, 6 November 2018.

Harris menjelaskan, untuk meyakini korbannya, pelaku sempat menyatu sebagai pegawai Pemkot Surabaya yang bisa mempekerjakan orang lain sebagai juru parkir di kawasan Juanda.

"Bervariasi, ada yang tertipu sebesar Rp.4 juta, ada juga yang Rp.6 juta. Ternyata itu hanya tipuan saja," terangnya. 

Dari keterangan tersangka, penyamaran sebagai polisi gadungan dan pegawai Pemkot Surabaya tak lain untuk meyakinkan korbannya. Bahkan, tersangka melengkapi diri dengan beberapa atribut kedinasan polri. Seperti celana, sepatu PDH dan sabuk seperti biasa dipakai anggota polisi. 

"Setelah korban menyerahkan sejumlah uang, tersangka langsung menghilang," jelas Harris.

Menurut Harris, aksi tersebut sudah berulang kali dilakukan pelaku di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan beberapa kota lainnya dengan modus yang sama. Korban hanya dibuatkan surat pernyataan hingga pelunasan selesai.

"Saya sudah dua tahun menganggur pak, butuh uang untuk keluarga. Dulu sopir truk, tapi sudah lama tak kerja lagi," beber Suhermanto.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 Jo pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan.


(DEN)