Patung Parasamya Purnakarya Nugraha di Jatim Diresmikan

Amaluddin    •    Sabtu, 29 Dec 2018 10:09 WIB
pemerintah daerah
Patung Parasamya Purnakarya Nugraha di Jatim Diresmikan
Gubernur Jatim Soekarwo saat meresmikan patung Parasamya Purnakarya Nugraha dan Monumen Titik Nol Surabaya di depan kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo meresmikan patung Parasamya Purnakarya Nugraha di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Jumat malam, 28 Desember 2018. Patung itu menjadi simbol pencapaian Soekarwo bersama wakilnya Saifullah Yusuf selama 10 tahun.

Selain patung, Pemprov Jatim juga meresmikan Monumen Titik Nol Surabaya. Kedua monumen itu berada di satu lokasi, persis di sebelah depan pojok kanan Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya. Pembangunan monumen ini menjadi kenang-kenangan duet Pakde Karwo-Gus Ipul sebelum mengakhiri jabatannya pada 12 Februari 2019 mendatang.


Monumen itu dibuat oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman terkenal di Indonesia. Nyoman adalah seorang pelopor Gerakan Seni Rupa Baru. Ia juga dikenal melalui mahakaryanya seperti patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya serta Monumen Proklamasi Indonesia.

Patung tersebut memuat beberapa simbol mewakili beberapa daerah di Jatim, di antaranya penari Reog, penari Gandrung, penari Remo, dan Karapan Sapi. Patung berbahan logam ini dibikin hanya dalam waktu sekitar dua bulan di Bandung, begitu selesai patung tersebut diboyong ke Surabaya.

"Pembuatan patung ini adalah perwujudan pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) beberapa waktu lalu," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya di sela peresmian monumen tersebut.



Pakde Karwo mengatakan, Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sebuah kesempatan di Surabaya menyampaikan agar Jatim memiliki sesuatu yang dapat menjadi monumen atas prestasi yang telah diraih. Nah, monumen itu merupakan simbol yang memuat banyak pesan tentang Jatim.

"Salah satunya, supaya masyarakat Jatim bisa berlari cepat seperti karapan sapi. Berlari cepat dalam pembangunan Jawa Timur di era disrupsi yang serba digital ini," katanya.


(ALB)