Kejaksaan Negeri Surabaya Tangkap Wisnu Wardhana

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 09 Jan 2019 12:55 WIB
korupsi
Kejaksaan Negeri Surabaya Tangkap Wisnu Wardhana
Penangkapan terpidana Wisnu Wardhana di kawasan Jalan Lebak Jaya Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 9 Januari 2019. Medcom.id/ Syaikhul Hadi..

Surabaya: Penangkapan terpidana Wisnu Wardhana sempat berlangsung tegang. Petugas Kejaksaan Negeri Surabaya yang sedang mengadang laju kendaraan Wisnu ditabrak hingga ringsek.

Penangkapan itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Mohammad Teguh Darmawan. Saat itu petugas kejaksaan sudah membuntuti Wisnu Wardhana yang sedang mengendarai mobil Daihatsu M 1732 HG sejak di kawasan Pasar Turi hingga di kawasan Jalan Lebak Jaya Kenjeran, Surabaya.

"Kebetulan saat itu kondisi ramai. Ada salah petugas yang mengadang mobil milik Wisnu dari depan dengan kendaraan sepeda motor. Sedangkan di belakang mobil Wisnu juga sudah ada petugas yang siap mengadang agar tidak lari," kata Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Mohammad Teguh Darmawan, Rabu, 9 Januari 2019.

Petugas yang mengadang di depan mobil Wisnu sempat ditabrak. Motor milik petugas juga ditabrak hingga ringsek. "Beruntung, petugas masih selamat. Hanya saja motornya yang rusak. Karena posisinya sudah ada di bawah mobil," jelas Teguh.

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dikarenakan terpidana Wisnu Wardhana berhasil ditangkap.

Terpidana dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) BUMD Pemrpov Jatim Wisnu Wardhana tersebut akhirnya berhasil ditangkap. Wisnu langsung dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan klas I Surabaya di Porong Sidoarjo.

Eksekusi terhadap mantan ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 1085 K/Pid.sus/2018 tertanggal 24 September 2018.

Dalam putusan MA, terpidana Wisnu Wardhana dijatuhi hukuman pidana penjara selama enam tahun dengan denda Rp200 juta dan subsidair selama enam bulan penjara. Wisnu juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1.566.150.733 dengan subsider tiga tahun penjara.


(DEN)