Pelayaran di Perairan Sumenep Ditutup

Rahmatullah    •    Kamis, 25 Jan 2018 19:39 WIB
cuaca ekstrem
Pelayaran di Perairan Sumenep Ditutup
Kapal di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Kamis 25 Januari 2018, Medcom.id - Rahmatullah

Sumenep: Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Sumenep, Jawa Timur, menutup semua rute pelayaran. KSOP tidak mau menanggung risiko tinggi untuk keselamatan penumpang kapal, mengingat saat ini gelombang di lautan sedang tinggi.

Kepala KSOP Kalianget Sumenep, Ferry Agus Satrio, menuturkan sudah melarang semua agen pelayaran untuk beraktivitas. Larangan tersebut diakui mengacu pada imbauan BMKG setempat yang mengeluarkan peringatan tinggi gelombang. Pelayaran bakal dibuka kembali bila BKMG menyatakan cuaca mulai kondusif.

"Kita tetap berpatokan pada prakiraan BMKG. Kemungkinan kita berlayar lagi tanggal 28 Januari nanti. Tapi ika tetap tidak kondusif cuaca di laut, bisa saja kita buka pelayaran pada tanggal 30 Januari," terang Ferry, Kamis 25 Januari 2018.

Untuk cuaca rute Ra'as-Jangkar, kata Ferry, memang tidak terlihat dalam pantauan BMKG. Tapi untuk sementara pelayaran rute tersebut juga ditutup, karena secara umum cuaca memburuk. Bila nanti hasil koordinasi dengan berbagai pihak menyatakan rute tersebut aman, Ferry mengaku akan mengizinkan agen pelayaran melanjutkan aktivitas.

Ferry menuturkan larangan berlayar tersebut dikeluarkan sejak hari kemarin. Dia mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk mengetahui situasi terkini perairan.

Sementara Kepala BMKG Kalianget, Usman, menjelaskan gelombang diperkirakan kurang kondusif sejak tanggal 24 hingga 30 Januari 2018. Saat ini, kata dia, gelombang di Laut Jawa bagian timur setinggi 2,5 meter, termasuk untuk Perairan Masalembu dan Kangean. Sementara kecepatan angin 28 knots atau 50 km per jam. 

"Kami imbau pelaku pelayaran menambah tingkat kewaspadaannya," terang Usman.


(RRN)