Balita Korban Perahu Miring Kritis

Rahmatullah    •    Jumat, 09 Mar 2018 16:01 WIB
kapalkapal tenggelam
Balita Korban Perahu Miring Kritis
Tim saat mencari korban perahu miring di perarian Pulau Sapeken Sumenep - Foto: Humas Polres Sumenep

Sumenep: Seorang balita korban perahu miring di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kritis di salah satu rumah sakit di Bali. Azril, 9 bulan, kesulitan bernafas lantaran kebanyakan menenggak air laut. 

"Azril kritis pernafasan," tutur Fikri, pendamping korban di Bali melalui sambungan telepon, Jumat, 9 Maret 2018.

Sementara dua korban lainnya yang juga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kertahusada, Singaraja, Bali sudah membaik. Tisnur Jannah, 26, dan Khairul Afriadi, 19, sama-sama sulit bernafas karena paru-parunya kemasukan air laut. Tisnur Jannah merupakan Ibu Azril.

Baca: Tiga Korban Perahu Miring di Sumenep Dirujuk ke Bali

Fikri menuturkan saat ini Azril sedang dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Keluarga mengaku cemas melihat perkembangan kesehatan korban. Dia juga mengaku memberikan nasihat kepada mereka agar fokus berdoa saja.

"Keluarga shock," ujar Fikri.

Keluarga lebih memilih membawa korban ke Bali daripada ke rumah sakit di daratan Sumenep. Kata Fikri, pertimbangan keluarga adalah jarak tempuh. Untuk berlayar ke Bali butuh 8 jam, sementara jika berlayar ke daratan Sumenep butuh waktu 15 jam.

"Tadi malam berangkat jam 11, baru sampai Bali jam 9 pagi," kata dia. 

Camat Sepeken, Muhamad Sahlan, menuturkan total 13 koban yang dibawa ke Puskesmas, termasuk korban meninggal dunia. Tapi saat ini hanya 4 korban yang masih mendapatkan perawatan, karena 5 korban lainnya sudah dipulangkan ke rumahnya, sementara 3 korban terpaksa dibawa ke Bali karena kondisinya mengkhawatirkan. 

"Kita terus berdoa agar korban hilang segera ditemukan," harap Sahlan.


(ALB)