Polisi Periksa 14 Saksi Ambruknya Tol Pasuruan

Syaikhul Hadi    •    Senin, 30 Oct 2017 00:23 WIB
kecelakaan kerja
Polisi Periksa 14 Saksi Ambruknya Tol Pasuruan
Kapolres Pasuruan AKBP. Rizal Martomo bersama Projects Manager PT. Waskita, Kadek Oka S (tengah) saat melakukan jumpa pers di Mapolres Pasuruan -- MTVN/ Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap 14 dari 17 pekerja Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan - Probolinggo di Mapolres Pasuruan, Jawa Timur. Mereka diperiksa atas insiden robohnya Beton Sepanjang 50 Meter di kawasan proyek pembangunan Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo di Kecamatan Grati, Pasuruan Jawa Timur.

Keempat belas saksi yang diperiksa secara intensif di ruangan Unit 1 dan 2 Tipidter Satreskrim Polres Pasuruan ialah karyawan yang selamat dari reruntuhan beton proyek pembangunan tol tersebut.

"Jumlah pekerjanya total 17 orang. 1 orang dinyatakan meninggal, yakni Heri Sunandar, dan dua orang luka-luka yakni Sugiono dan Nurdin. Dan saat ini dibawa ke Rumah sakit untuk menjalani perawatan," kata AKBP Rizal di Mapolres Pasuruan, Minggu 29 Oktober 2017.  

Pihaknya akan mendatangkan tim Laboratorium Forensik Polda Jatim untuk melakukan olah TKP esok hari. Meski begitu, pihaknya belum bisa membeberkan penyebab utama robohnya grader yang dipasang tersebut.

"Untuk penyebab kecelakaan ini, masih kita dalami. Dan rencananya besok akan dilakukan olah TKP oleh tim forensik Polda Jatim," jelas Rizal.

Sementara, Projects Manager PT. Waskita Kadek Oka S mengungkapkan bahwa perusahaanya akan bertanggung jawab terhadap korban kecelakaan kerja. Korban jiwa yang berasal dari Balikpapan rencananya akan dipulangkan ketanah kelahiran.

"Waskita akan menyantuni keluarga Korban (penuh). Korban Heri yang meninggalkan seorang isteri dan seorang anak, akan disantuni juga sampai jenjang pendidikan," kata Kadek.

Dia menambahkan, untuk korban luka-luka patah kaki, akan disantuni dari biaya pengobatan hingga sembuh total dengan disertai asuransi. "Sekarang untuk kedua korban masih dirawat di RSU Bangil," tandasnya.



 


(Des)