Kajari Pamekasan Didakwa Terima Suap Kasus Dana Desa

Syaikhul Hadi    •    Senin, 06 Nov 2017 14:43 WIB
kasus suap
Kajari Pamekasan Didakwa Terima Suap Kasus Dana Desa
Kajari Pamekasan nonaktif Rudi Indra Prasetya. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Eks Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indraprasetya didakwa menerima suap dalam kasus pengurusan perkaran Anggaran Dana Desa (ADD). Pembacaan dakwaan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin 6 November 2017.

"Terdakwa dijerat dengan pasal suap selaku penyelenggara negara," ujar Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto, saat membacakan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai M. Tahsin.

Dia didakwa telah melanggar pasal 12 huruf A atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagai telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam sidang dakwaan yang digelar di Ruang Chakra Pengadilan Tipikor Surabaya, Rudi Indraprasetya tampak mengenakan batik dan tertunduk malu. Jaksa memaparkan, Rudi ikut 'bermain korupsi' dalam persoalan ADD di Desa Dasok, Pamekasan yang bernilai Rp645 juta.

(Baca juga: Suap Kajari Pamekasan untuk Bungkam Kasus Dana Desa)

Persoalan ini bermula dari kejanggalan pengelolaan dana desa Dasok yang dicium oleh Inspektorat Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Inspektorat melakukan pemeriksaan di desa tersebut. Hasilnya ditemukan beberapa penyimpangan.

"Setelah menemukan penyimpangan tersebut, pihak Kejari Pamekasan akhirnya melakukan penyelidikan terhadap kasus itu. Dan kasus tersebut kemudian masuk dalam Pidana Khusus (Pidsus)," jelas Fitroh.

Pada pertengahan 2017, terdakwa mendatangi Bupati Pamekasan dan melaporkan adanya temuan tersebut. Namun Pemda meminta agar pihak kejaksaan membantu dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Dan membiarkan Kepala Inspektorat Pemda, Sutjipto Utomo yang mengurus hal itu," terangnya.

Lalu, Sutjipto mendatangi terdakwa di ruang kerjanya dan meminta untuk menghentikan tukang kasus tersebut. Atas dasar permintaan itu, terdakwa meminta imbalan senilai Rp250 juta agar kasus tersebut bisa dihentikan penyelidikannya.

(Baca juga: KPK Tetapkan Lima Tersangka dari Suap Kajari Pamekasan)


(SUR)