Lumpur Sidoarjo Ingin Dijadikan Taman Wisata Berskala Internasional

Syaikhul Hadi    •    Senin, 19 Mar 2018 19:54 WIB
lumpur lapindo
Lumpur Sidoarjo Ingin Dijadikan Taman Wisata Berskala Internasional
Tim Rebranding Kota Sidoarjo Satria Gama Rakantasetta. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Lumpur Sidoarjo (LUSI) mencatat sejarah kelam di tahun 2006. Bencana semburan lumpur panas dari salah satu proyek pengeboran PT Lapindo di kawasan Porong Sidoarjo tersebut menenggelamkan ribuan rumah dan di tiga desa.

Pemerintah Sidoarjo berusaha menata dengan memanfaatkan lahan bekas luapan lumpur sidoarjo. Salah satunya menjadi kawasan objek wisata baru.

Kalangan pencipta (kreator) muda Sidoarjo  memaparkan konsep di hadapan stakeholder Pemda Sidoarjo bertajuk rencana "Ngopi Bareng LUSI" yang bakal digelar pada April mendatang pada Senin, 19 Maret 2018.

"Kami sering kumpul sama teman-teman kreatif muda di Sidoarjo, ngobrol-ngobrol tentang problematika yang ada di Sidoarjo saat ini. Salah satunya, Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo," ujar salah satu tim Rebranding Kota Sidoarjo Satria Gama Rakantasetta.

Sejatinya, kalangan kreator muda di Sidoarjo prihatin dengan kondisi bekas luapan lumpur Sidoarjo. Padahal, masih banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan di sana.

Kawasan lumpur Sidoarjo memliki potensi besar karena memiliki banyak akses. Di antaranya Bandara Internasional Juanda, stasiun kereta api, serta Terminal Bungurasih.

"Kita bisa melakukan banyak hal untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di Sidoarjo. Sehingga nama Sidoarjo menjadi lebih dikenal orang. Termasuk, mengubah LUSI menjadi obyek wisata," katanya.

Faktanya, lanjut Satria, sebagian besar masyarakat menyebut Kabupaten Sidoarjo sebagai kawasan yang pernah mengalami semburan lumpur panas. Padahal, di Sidoarjo merupakan kabupaten yang terkenal dengan kawasan Industri.

"LUSI ini sudah merupakan kawasan tertinggal untuk saat ini. Nah, kami berusaha untuk merubah dengan mendayagunakan bangunan-bangunan yang ada di sana menjadi lebih kreatif lagi," kata dia.

Misalnya, mengadakan ajang tahunan sebagai bentuk peringatan lumpur Sidoarjo. Tak hanya itu, kawasan tersebut juga bisa dijadikan trek off-road Jeep, motorcross, balon udara.

Bahkan, lokasi bencana yang disebabkan oleh PT Lapindo juga bisa dijadikan sebagai wahana Geopark (Taman Bumi), LUSI creative hub Centre, LUSI Community Centre, LUSI landmark, dan LUSI event venue hingga culture exchange.

"Nah, kegiatan-kegiatan seperti ini dirasa mampu mengubah stigma masyarakat bahwa Sidoarjo tidak hanya sekedar Luapan Lumpur panas, tapi sudah berfungsi sebagai taman wisata go International," terangnya.

Pihaknya berharap, gerakan kreatif kalangan muda di Sidoarjo mampu mengubah Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih baik. Saat ini pihaknya sedang merencanakan pertemuan dengan seluruh stakeholder di Sidoarjo bertajuk "Ngopi Bareng LUSI" yang akan digelar pada April.

Dalam acara tersebut, pihaknya juga mengundang pemerintah Provinsi Kabupaten Sidoarjo dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun kawasan LUSI menjadi lebih bermanfaat.
 


(SUR)