Pedagang Pasar Porong Baru Nekat Berjualan di Area Bekas Terbakar

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 10 Nov 2016 16:58 WIB
kebakaran pasar
Pedagang Pasar Porong Baru Nekat Berjualan di Area Bekas Terbakar
Pedagang mengangkut barang dagangan di sekitar lokasi kebakaran di Pasar Porong Baru Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sejumlah pedagang membersihkan kios mereka dari sisa-sisa kebakaran di Pasar Porong Baru Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka bermaksud menggunakan kembali kios untuk berjualan lagi.

Wati, 43, tak mau berlama-lama menganggur. Ia juga belum mendapat informasi mengenai lokasi baru dari pemerintah untuk berjualan.

"Rencananya mau jualan lagi besok. Dari pada menunggu lama, mending bersihkan sendiri saja," kata perempuan yang berjualan sembako di Pasar Porong Baru itu, Kamis (10/11/2016).

Wati mengaku pemerintah berjanji akan merelokasi pedagang. Namun lantaran kebutuhan yang mendesak, ia tak mau menunggu. Selain itu, ia juga belum mendapat penjelasan lebih detail mengenai waktu dan daerah relokasi.

"Kalau enggak jualan, saya bersama suami dan anak-anak mau makan apa," ungkap Wati.

Begitu pula dengan Tutik, 52. Ia bermaksud menggelar kembali barang dagangannya berupa sembako. Ia dan teman-teman lainnya pun mengatur strategi untuk berjualan.

"Kami membagi barang-barang untuk berdagang yang diselamatkan dari kebakaran ini. Makanya dibersihkan dulu," kata Tutik. 

Ia dan pedagang lain pun berencana membangun tenda seadanya. Yang penting, mereka tidak kepanasan dan kehujanan.

"Yang penting bisa jualan dulu," jawabnya. 

Steven, pemilik toko obat, di Pasar Porong Baru pun sudah berjualan kembali. Padahal, pemerintah kabupaten sudah meminta seluruh pedagang untuk tak buka toko.

"Khawatirnya sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan obat. Seperti tadi ada yang gedor-gedor pintu untuk beli obat," ungkap Steven.

Kebakaran terjadi pada Selasa sore 8 November. Angin yang bertiup kencang mengakibatkan api kian berkobar. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Diduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.


(RRN)