Butuh 5 Jam Tiba di Lokasi Tabrakan Kapal

Amaluddin    •    Sabtu, 19 Nov 2016 17:50 WIB
kecelakaan kapal
Butuh 5 Jam Tiba di Lokasi Tabrakan Kapal
Ilustrasi. Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim penyelamat korban tabrakan kapal yang terjadi di perairan antara Tuban dan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur., kesulitan menuju lokasi. 

Meski begitu, Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, KPLP, SAR, Polair, dan Pertamina ini, tetap harus ke sana untuk menyelamatkan 15 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Mulya Sejati yang hilang.

"Lokasinya lebih dekat ke Pulau Bawean. Untuk bisa sampai ke lokasi butuh 4 hingga 5 jam. Mungkin lebih dekat kalau pencarian berangkat dari Pelabuhan Gresik dan Tanjung Perak," kata Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, Sabtu (19/11/2016).

Joko mengatakan, lokasi tabrakan antara Kapal Motor Mulya Sejati dengan kapal barang berbendera Thailand terjadi di perairan Laut Pantai Utara (Pantura), di titik koordinat 06-33.10 S/112-0917 E, lebih dekat dengan Pulau Bawean. 

Dalam proses evakuasi, dibutuhkan kapal jenis evakuasi dengan daya tampung besar. Belum tersedianya alat yang memadai, menjadikan pihak BPBD harus berkoordinasi dengan Basarnas. Sedangkan, BPBD Tuban hanya memliki kapasitas kapal dolphin yang belum bisa menjangkau titik lokasi kecelakaan.

"Kami masih menunggu Basarnas dari Surabaya. Nantinya kapal dari Basarnas akan berangkat dari Tuban untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian," jelasnya.

Sabtu, 19 November 2016, Kapal berbendera Thailand, MV Thaison IV, menabrak Kapal Motor Mulya Sejati di perairan Laut Pantai Utara (Pantura), Tuban, Jatim, sekira pukul 04.00 WIB. 

Tabrakan terjadi saat Kapal MV Tayson hendak ke Surabaya membawa muatan tepung tapioka yang dijadwalkan sandar 21 November 2016 di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Akibatnya, sebanyak 27 ABK di kapal nelayan tenggelam. Sebanyak 12 ABK bisa diselamatkan, dan 15 ABK hilang.

Hingga saat ini pencarian terus berlangsung. Sejumalah kapal telah dikerahkan ke lokasi, antara lain kapal kelas II Armada KPLP, kapal SAR, kapal Polair, dan kapal milik Pertamina.



(UWA)