Kekeringan Diprediksi Terjadi di Sebagian Wilayah Jatim hingga Desember

Antara, Heri Susetyo    •    Kamis, 14 Sep 2017 11:07 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan Diprediksi Terjadi di Sebagian Wilayah Jatim hingga Desember
Warga menimba air di sumur saat kekeringan melanda Desa Pegagan, Pamekasan, Ant - Saiful Bahri

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sejumlah wilayah di Jawa Timur diprediksi mengalami kemarau hingga awal Desember 2017. Lima kepala daerah pun melaporkan darurat kekeringan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sidoarjo, Agatha Mayasari, memprediksi kekeringan terjadi di sebagian wilayah Madura, sebagian Tuban, Pasuruan, dan Probolinggo. Menurut Agatha, petani di kabupaten-kabupaten tersebut mengeluhkan sulit mencari air untuk mengairi sawah.

"Karena sudah tak ada pasokan air," kata Agatha di Sidoarjo, Kamis 14 September 2017.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo menerima laporan dari lima bupati yang mengalami darurat kekeringan. Gubernur meminta instansi terkait segera mengirimkan air bersih untuk membantu masyarakat setempat. 

Lima kabupaten itu yaitu Pasuruan, Mojokerto, Sampang, Pamekasan, dan Probolinggo. Gubernur juga menginstruksikan bupati maupun wali kota daerah lain segera melaporkan kondisi masing-masing.

"Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan agar kepala daerah segera melakukan pengecekan wilayahnya terkait kekeringan," kata Gubernur.

Pemerintah Provinsi Jatim mencatat ratusan desa di 27 dari 38 kabupaten dan kota mengalami kekeringan. Sebanyak 183 desa berlokasi di pegunungan. Penanganannya yaitu mengirimkan air bersih ke penampungan di setiap desa.

"Sebab rekayasa teknis seperti pembuatan sumur bor atau pipanisasi tak bisa dilakukan," ujar Gubernur.

Sementara 239 desa berada di daerah yang landai. Sehingga rekayasa teknis penanganan berupa sumur bor dan pipanisasi bisa dilakukan.

Rekayasa dengan menggunakan sistem teknologi terbilang ampuh. Pada 2015, lanjut Gubernur, sebanyak 541 dari 8.501 desa mengalami kekeringan. Rekayasa teknis dilakukan pada 119 desa.

"Lalu pada 2016, upaya itu ampuh dan tak ada kekeringan di Jatim," ungkap Gubernur.

Namun kekeringan kembali terjadi pada 2017. Sebanyak 422 desa mengalami kekeringan.

Lihat video:




(RRN)