Via Vallen Dicecar 26 Pertanyaan

Amaluddin    •    Kamis, 20 Dec 2018 21:52 WIB
kosmetik palsu
Via Vallen Dicecar 26 Pertanyaan
Via Vallen usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus kosmetik palsu di Ditreskrimsus Polda Jatim. (Medcom.id/Amal)

Surabaya: Penyanyi dangdut Via Vallen menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kosmetik ilegal di Subdit IV Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Kamis, 20 Desember 2018. Penyidik mencecar 26 pertanyaan kepada Via dalam pemeriksaan tersebut.

Via didampingi kuasa hukum dan manajemannya keluar dari ruang penyidik pukul 17.50 WIB. Dia mulai masuk ke ruang penyidik untuk diperiksa sekitar pukul 11.40 WIB.

"Banyak juga, tapi saya lupa berapa pertanyaan," kata Via, usai menjalani pemeriksaan di Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim, Kamis, 20 Desember 2018.

Pemeriksaan kepada Via hampir sama dengan Nella Kharisma. Via mengaku lebih banyak istrirahat saat diperiksa di ruang penyidik. "Tadi saya banyak istirahat di dalam (ruang penyidik)," ujarnya.

Via enggan menyampaikan pertanyaan apa saja yang ditanyakan penyidik terhadap dirinya. Via juga enggan menjawab berapa nilai bayaran  saat mempromosikan kosmetik palsu itu. "Nanti aja tanya ke penyidik ya," kata Via sembari masuk ke dalam mobilnya.

Sementara itu, Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofiq Ripto Himawan, mengatakan jumlah pertanyaan yang diajukan ke Via Vallen lebih sedikit dari Nella Kharisma.

"Ada 26 pertanyaan yang diajukan ke Via Vallen, pertanyaannya hampir sama dengan Nella Kharisma, sejauh mana keterlibatannya tentang kosmetik palsu itu," kata Rofik.

Via Vallen merupakan satu dari enam artis yang mendapat endorse kosmetik palsu, yang diproduksi oleh tersangka KIL di Kediri. Para artis itu mendapat bayaran sebesar Rp7 hingga Rp15 juta per pekan dari tersangka KIL.

Praktik ini dijalani tersangka KIL selama dua tahun dengan omset Rp300 juta per bulan. Bahan kosmetik yang digunakan tersangka merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal, antara lain Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

Produk-produk tersebut kemudian dikemas ulang ke dalam tempat kosong dengan merek DSC Beauty. Tersangka membandrol mulai dari harha Rp350.000 hingga Rp500.000 per paketnya.

Saat ini, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka KIL. Dia adalah pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan merk Derma Skin Care di kediamannya di Kediri.
 


(ALB)