Polisi Selidiki Insiden Korban Jiwa 'Surabaya Membara'

Amaluddin    •    Senin, 12 Nov 2018 13:49 WIB
Tragedi ViadukSurabaya Membara
Polisi Selidiki Insiden Korban Jiwa 'Surabaya Membara'
Anggota keluarga mengangkat jenazah Erikawati di kamar mayat RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/11/2018). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.

Surabaya: Polrestabes Surabaya menyelidiki insiden tiga orang meninggal ketika  acara 'Surabaya Membara'. Hingga saat ini, belum ada pihak yang dijadikan tersangka.

"Masih dalam proses penyelidikan. Kami juga akan melakukan pemeriksaan, baik kepada pihak Kreta Api (KAI), dan panitia acara," kata Kasat Reskrim Polrestabes, Surabaya AKBP Sudamiran, dikonfirmasi, Senin, 13 November 2018.

Pemeriksaan sejauh ini telah memanggil panitia 'Surabaya Membara', di antaranya Taufik Monyong. Selain itu, polisi mengaku juga telah meminta keterangan warga saat terjadi insiden naas tersebut, Jumat malam.

Hingga kini, lanjut Sudamiran, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasil keterangan yang dikumpulkan dari seluruh pihak yang telah menjalani pemeriksaan. 

"Pemeriksaan sampai saat ini masih berlangsung, jadi belum bisa disimpulkan. Kami juga masih akan memanggil masinis, apakah ada kelalain atau tidak. Jadi tunggu sampai semua pemeriksaan selesai," ujarnya.

Baca, Risma: Acara 'Surabaya Membara' Tak Ada Izin

Sementara terkait izin acara 'Surabaya Membara', Sudamiran mengaku masih akan mengecek ke semua pihak untuk memastikannya. "Nanti kita akan cek kembali untuk memastikannya. Tapi untuk surat pemberitahuan memang ada," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia 'Surabaya Membara', Taufik Hidayat, menyatakan bahwa acara drama kolosal sudah mendapat izin dari pihak kepolisian, untuk menyelenggara acara di dekat Tugu Pahlawan Surabaya.  

"Izin dan pemberitahuan ada kok, bahkan kami meminta bantuan pengamanan kepada kepolisian," ujarnya.

Meski demikian, Taufik tak mengelak bahwa pihaknya tidak berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya. Alasannya, pihaknya menggelar acara bukan menggunakan fasilitas Pemkot Surabaya.

"Ini kan acara bukan digelar menggunakan fasilitas Pemkot, kami juga tidak minta bantu dana Pemkot. Jadi ini acara merupakan kegiatam relawan yang peduli untuk menyambut Hari Pahlawan, jadi yang jelas izinnya ke pihak kepolisian setempat (Polrestabes Surabaya)," ujarnya.




(ALB)