Polisi Amankan 64 Suporter Bola Asal Pasuruan

Syaikhul Hadi    •    Senin, 02 Apr 2018 00:19 WIB
sepak bolakerusuhan
Polisi Amankan 64 Suporter Bola Asal Pasuruan
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal

Sidoarjo: Sebanyak 64 suporter Sakera Persekabpas (Pasuruan) diamankan pihak kepolisian setelah terlibat kerusuhan disepanjang Jalan Achmad Yani Sidoarjo. 

"Ada 64 suporter Persekabpas yang kami amankan pasca kerusuhan dijalan Achmad Yani Sidoarjo," kata Wakapolresta Sidoarjo, AKBP, Pasma Royce, Minggu, 1 April 2018 malam. 

Pasma mengatakan para suporter yang didominasi oleh usia pelajar datang secara perorangan dengan cara menumpang truk. Para suporter berniat menonton pertandingan yang digelar di Sidoarjo, namun, sesuai kesepakatan panitia sebelumnya, bahwa pertandingan tersebut tak terbuka untuk umum atau tanpa suporter. 

"Ini hanya pertandingan persahabatan saja. Jadi, memang sebelumnya panitia melaporkan bahwa pertandingan ini non-suporter," tutur dia.

Sebelumnya, sempat terjadi gesekan saat kalangan suporter yang hendak memasuki Stadion Jenggolo, namun, petugas berhasil menghalau. Seakan tak jera, mereka justru membuat kerusuhan  disepanjang jalan Achmad Yani. 

"Ada kerusakan pada fasilitas umum, seperti tanaman, rambu-rambu, dan beberapa perabotan lain," ujar dia. 

Saat ini, mereka sudah diamankan petugas dan selanjutnya akan dilakukan pendataan, sidik jari, dan meminta keterangan. 

Pihaknya menyayangkan atas kejadian tersebut. Mereka yang diamankan saat ini didominasi kalangan pelajar. Hal ini menandakan bahwa mereka masih berada di usia labil. 

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, terutama orang tua, dan pengelola supporter. Sehingga hal-hal yang mengarah kepada tindakan kriminal tidak terjadi lagi," jelas Pasma.

Sementara, SH (15), perempuan yang diketahui masih pelajar SMP di Pasuruan tersebut turut diamankan polisi. Ia mengaku hanya ikut-ikutan teman sejawatnya untuk menonton liga tiga antara Persekabpas dengan Putra Jombang di Stadion Jenggolo, Sidoarjo.

"Saya lihat teman-teman semuanya lari, akhirnya saya ikut lari. Entah apa yang terjadi didekat stadion," katanya. 

Ia mengaku, baru kali ini menonton pertandingan sepakbola. Dia berangkat bersama teman-temannya sejak pukul 12.00 WIB dengan menumpang dari satu truk ke truk yang lainnya. Ia pun berharap agar bisa dibebaskan.

"Malam ini apa boleh pulang ya, pasti ibuku nyariin," ujar SH tertunduk lesu. 


(SCI)