Kapolda: Jembatan Widang Sudah Tua

Antara    •    Selasa, 17 Apr 2018 16:26 WIB
jembatan rubuh
Kapolda: Jembatan Widang Sudah Tua
embatan Widang Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ambruk sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa, 17 April 2018. Foto: Istimewa

Surabaya: Ambruknya jembatan Widang yang menghubungkan Tuban-Lamongan diduga karena sudah tua. Diketahui jembatan itu dibangun pada 1983.

"Jembatan ambrol karena ketidakmampuan jembatan itu yang sudah tua, apalagi kendaraan-kendaraanya bawa muatan yang berat," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa, 17 April 2018.

Dia mengatakan ambruknya jembatan yang merupakan jalan negara itu tidak diprediksi. Saat ini kata Machfud, polisi masih mengevakuasi korban dan kendaraan.

"Kapolres Tuban saat ini sedang bekerja. Perbatasan menuju Tuban dan Lamongan tapi wilayahnya wilayah Tuban. Laporan dari Kapolres Tuban saat korban masih dua orang yang meninggal," katanya.

Baca: Tragedi Jembatan Widang Diinvestigasi

Kapolda berharap evakuasi cepat selesai dan jembatan pun juga segera dibenahi oleh Dinas PU. Saat ini sementara hanya satu laju jalur yang bisa digunakan.

"Mau enggak mau polisi harus bekerja keras untuk mengatur lalu lintas. Tidak ada alternatif lain, mau tidak mau harus pakai jalur itu jalan utama," ujarnya.

Sebelumnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban - Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan ambrol sekitar pukul 11.05 WIB.

Ambrolnya jembatan membuat satu dump truk muat limbah smelter, dua truk tronton muat pasir dan satu sepeda motor terjebur ke air. Adapun korban sementara diketahui dua orang pengemudi truk yang meninggal.

Ahli Konstruksi Drajat Hudayanto menduga penyebab ambruknya Jembatan Widang akibat masalah sambungan. Adanya patahan di tengah jembatan menguatkan dugaan tersebut.

"Kalau putus begini ada kemungkinan di beberapa titik tampungan mengalami gangguan atau ada elemen-elemen yang terganggu karena baut lepas, sehingga kapasitas daya dukung gesernya berkurang," ujarnya melalui sambungan telepon dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 17 April 2018.

Menurut Drajat ada ciri khusus yang membedakan ambruknya jembatan akibat lalu lintas kendaraan bertonase berat dengan masalah sambungan. 

Umumnya, jembatan ambruk akibat kelebihan beban ditandai dengan konstruksi jembatan yang melengkung. Namun jika persoalannya ada pada sambungan biasanya bagian yang ambruk hanya pada titik tertentu.

"Tapi harus dipelajari secara mendetail, harus dilihat di lapangan seperti apa agar bisa disimpulkan apa penyebabnya," jelas dia.




(ALB)