Eksekusi Lahan Tol Jombang, 8 Orang Ditangkap

Nurul Hidayat    •    Rabu, 31 Aug 2016 15:32 WIB
tol
Eksekusi Lahan Tol Jombang, 8 Orang Ditangkap
Polisi menggiring warga yang dianggap provokator dalam eksekusi lahan tol Jombang-Mojokerto, Rabu (31/8/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Nurul Hidayat)

Metrotvnews.com, Jombang: Kericuhan mewarnai eksekusi lahan Tol Jombang-Mojokerto seksi II di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, Rabu, 31 Agustus. Delapan warga ditangkap lantaran dianggap sebagai provokator.

Pantauan Metrotvnews.com, sebelum eksekusi, sejumlah warga membuat barikade di sebuah jembatan yang menjadi akses masuk desa. Mereka menghalangi petugas keamanan dan petugas eksekusi untuk masuk ke desa.

Negosiasi oleh tim negosiator Polres Jombang buntu. Polisi membubarkan barikade warga untuk memberi jalan alat berat.

Delapan orang yang diduga sebagai provokator ditangkap. Mereka digiring ke mobil Jatanras Polres Jombang. (Baca: Adang Eksekusi Tol, Warga Ancam Ledakkan Diri)


Polisi menggiring warga yang dianggap provokator dalam eksekusi lahan tol Jombang-Mojokerto, Rabu (31/8/2016). 

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan, delapan orang itu menghalangi petugas yang akan melaksankan eksekusi. Namun, dia berjanji, yang akan segera melepas mereka setelah dimintai keterangan dan didata oleh petugas.

"Berdasarkan hasil mediasi dengan warga saya berjanji mereka akan segera keluar dan tidak diproses lebih lanjut, mereka hanya diamankan dan didata saja," jelasnya kepada warga Desa Watudakon, Rabu (31/8/2016).

Dalam eksekusi tersebut, sebanyak 975 personel gabungan dari Polres Jombang dan Satbrimob Polda Jawa Timur kekerahkan.

"Kita libatkan sejumlah satuan dalam penggusuran kali ini. Mulai dari unsur Polwan, Sabhara dan Brimob. Ada juga bantuan personel dari Satpol PP Jombang," imbuhnya.

Eksekusi pengosongan lahan tol Jombang-Mojokerto Seksi II meliputi delapan desa di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Kesamben, meliputi Desa Kedungmlati (46 bidang), Desa Watudakon (39 bidang), Desa Blimbing (21 bidang), dan Desa Carangrejo (3 bidang).

Kecamatan Sumobito, meliputi Desa Kendalsari (54 bidang). Lalu, lima bidang tanah di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang. Sisanya, satu bidang tanah di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan; dan tiga bidang di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Hingga berita ini diturunkan proses eksekusi masih berlangsung. Dua alat berat dikerahkan untuk meratakan 18 rumah yang menjadi objek eksekusi.

Eksekusi dilakukan lantaran warga menolak harga jual lahan dari tim penilai. Proses ganti rugi dilakukan secara konsinyasi atau titip ke Pengadilan Negeri Jombang yang lantas dilanjutkan dengan eksekusi paksa.


(SAN)