Wasiat Istri Bung Tomo

Amaluddin    •    Kamis, 01 Sep 2016 12:41 WIB
obituari
Wasiat Istri Bung Tomo
Persiapan pemakaman Sulistina Sutomo, istri Pahlawan Nasional Bung Tomo, di TPU Ngagel Rejo, Jalan Bung Tomo, Nomor 9, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 31 Agustus 2016 (Foto: MTVN/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Sulistina Sutomo, istri Pahlawan Nasional Bung Tomo, sempat berwasiat pada putranya Bambang Sulistomo. Sulistina meminta agar Bambang tidak berkhianat kepada Merah Putih.

"Satu hal, kamu nanti jangan mengkhianati Merah Putih ya. Jangan mengkhianati pengorbanan rakyat, jangan mengkhianati apa yang diperjuangkan oleh pejuang. Kamu harus ingat perjuangan bapakmu (Bung Tomo). Kalimat itu yang selalu ibu sampaikan kepada keluarga," kata Bambang Sulistomo menirukan wasiat ibunya, di sela proses pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, Jalan Bung Tomo, Nomor 9, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

Pesan itulah yang berkali-kali disampaikan ibunya kepada anak-anak semasa hidupnya. "Bang, kamu ingat bapakmu itu ngajak arek Suroboyo bertempur, gugur. Bukan hanya arek Suroboyo saja melainkan seluruh warga Indonesia yang berdomisili di Surabaya yang ikut bertempur di Surabaya. Dan ingat korbannya terlalu banyak dan bahkan banyak sekali," imbuh dia.

Selain itu, kata Bambang, ibunya juga sempat berpesan agar dimakamkan persis di sebelah makam Bung Tomo. Keduanya dimakamkan di tengah-tengah pemakaman rakyat atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, Surabaya. 

"Kata ibu: nanti kalau saya meninggal, kuburkan di sebelah bapak. Karena bapak susah, senang, prihatin, selalu didampingi ibu dan tanpa mengeluh," kata dia.

Bambang mengaku ada hal yang paling dikenangnya yakni kisah pertemuan ibu dan bapaknya. Keduanya bertemu saat peperangan di Surabaya. Setelah peperangan berakhir, Sutomo alias Bung Tomo kembali bertemu dengan Sulistina saat mengangkut para jenazah dan korban yang gugur dalam pertempuran itu. 

"Jadi di situlah bapak bertemu dengan ibu, pada saat mengangkuti para korban yang gugur dan yang luka-luka. Ketemu sama bapak dan akhirnya menikah," ujar dia. 

Bambang mengatakan, ibunya sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, selama dua pekan. Sulistina Sutomo dirawat intensif karena gejala paru-paru yang tidak sempurna.

"Karena ibu sering batuk dan akibat dari batuk itu, makanan masuk ke paru-paru sehingga ada gangguan di paru-paru," kata dia.

Bambang menuturkan, ibunya meninggal dalam keadaan damai dan tenang. Semua keluarga hadir menyaksikan detik-detik Sulistina meninggal. 

"Wajahnya tersenyum. Kami rasanya masih seperti mimpi kehilangan ibu karena kita dekat sekali dengan ibu. Dekat dengan cucu-cucunya dan buyut-buyutnya," pungkas dia.


(TTD)