130 Ribu Orang di Jawa Timur Keluar dari Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Amaluddin    •    Kamis, 08 Sep 2016 13:53 WIB
bpjs ketenagakerjaan
130 Ribu Orang di Jawa Timur Keluar dari Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Ilustrasi--Peserta BPJS Ketenagakerjaan (Foto: MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Surabaya: Ratusan ribu orang di Jawa Timur keluar dari kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Abdul Cholik mengatakan, hal itu disebabkan adanya peserta yang habis masa kontrak kerja, pensiun, meninggal, dan tidak rutin membayar iuran per bulan.

"Total lebih dari 130 ribu orang yang keluar sebagai peserta BPJS TK," kata Abdul Cholik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2016).

Berdasarkan data BPJS TK Jatim, jumlah tenaga kerja sebagai peserta BPJS TK sebanyak 1,5 juta orang. Mereka berasal dari 388 perusahaan yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.

Hingga saat ini ada ratusan ribu peserta BPJS TK yang masih aktif. Di antaranya sebanyak 143.700 orang berstatus sebagai peserta aktif dan sudah membayar Jaminan Hari Tua (JHT), 9.574 orang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan 1.719 orang membayar Jaminan Kematian (JKM).

"Sedangkan untuk jaminan pensiun sampai sekarang ini jumlahnya belum te-record (terangkum). Tapi ada 148.966 peserta yang BPJS sudah terbayarkan dan kami belum mengetahui pasti mereka dari peserta BPJS pensiunan atau apa. Sementara peserta yang baru masuk per Juli 2016 ada sekitar 339.986 orang," kata dia.

Cholik berharap masyarakat yang sudah bekerja sudah merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan hingga akhir 2016. Saat ini, kata dia, masih banyak masyarakat khususnya di Jatim belum tahu pentingnya BPJS Ketenagakerjaan.

"Saya yakin mereka pasti ikut BPJS kalau tahu manfaatnya. Persoalannya mereka belum tahu persis apa manfaat BPJS. Maka itu kami perlu pengenalan lebih intensif BPJS TK," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya `jemput bola` dengan cara sosialisasi gerebek pasar. Hal ini agar masyarakat tertarik. "Intinya kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat," pungkasnya.


(TTD)