Korban Kecelakaan Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo Mendapat Santunan

Antara    •    Senin, 06 Nov 2017 11:09 WIB
kecelakaan kerja
Korban Kecelakaan Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo Mendapat Santunan
Polda Jatim menyelidiki lokasi kecelakaan di jembatan layang proyek tol Pasuruan-Probolinggo, 3 November 2017, MI - Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan santunan kecelakaan kerja pada korban proyek tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur. Kecelakaan mengakibatkan satu pekerja meninggal dan dua lainnya luka.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, Abdul Cholik, mengatakan para korban merupakan peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Mereka terdaftar di Kantor Cabang Perintis Probolinggo melalui program Jasa Konstruksi pada proyek tol Pasuruan-Probolinggo.

Satu korban tewas merupakan helper mechanic PT Waskita Karya, Tbk (Persero), atas nama Heri Sunandar. Dua korban luka lainnya yaitu Sugiono dan Nurdin.

"Sugiono mengalami patah tulang kaki dan Nurdin mengalami retak pada bagian tulang panggul dan sedang dilakukan perawatan di RSUD Bangil Pasuruan," katanya.

Ia mengatakan mengunjungi korban luka yang dirawat di RSUD Bangil, Pasuruan. Sementara ahli waris mendapat santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan. 

"Yaitu sebesar Rp233 juta. Sedangkan korban luka akan kami beri perawatan hingga sembuh tanpa batas biaya," lanjut Cholik.

Menurut Cholik, almarhum Heri sudah dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Kutai Kertanegara. Santunan diberikan kepada ahli waris, Ani Puspitasari.

Baca: Konstruksi Beton Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, 1 Orang Tewas

Konstruks bangunan proyek tol Pasuruan-Probolinggo di Desa Cukur Gondang ambruk pada Minggu 29 Oktober 2017. PT Waskita Karya selaku pengerja proyek menyebut, satu girder (beton penyangga) goyang dan menyebabkan girder lain jatuh. 

Humas PT Waskita Raya dalam keterangan tertulisnya menyebut, sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu 29 Oktober 2017, PT Waskita Karya melanjutkan pemasangan satu girder keempat yang akan menghubungkan Desa Plososari dan Desa Cukurgondang. Saat girder keempat sudah pada posisi bearing pad dan akan dilakukan pemasangan bracing, girder keempat tiba-tiba goyang mengenai tiga girder yang sudah terpasang. 

“Itu yang mengakibatkan semua girder jatuh,” dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu, 29 Oktober 2017.

Lihat video:



(RRN)