Cerita Detik-detik Atap RSAL Ramelan Ambruk

Amaluddin    •    Minggu, 18 Mar 2018 16:04 WIB
proyek rumah sakit
Cerita Detik-detik Atap RSAL Ramelan Ambruk
Atap salah satu ruangan di gedung Paviliun VII RSAL Dr Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, yang ambruk pada Minggu, 18 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Atap salah satu ruangan di gedung Paviliun VII RSAL Dr Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, ambruk. Suara gemuruh itu terdengar dari arah plafon di detik-detik sebelum atap amblas. Mereka yang tertimpa tak mengira.

"Kejadiannya sangat cepat, suara gemuruh itu terdengar dari atas atap, dan beberapa detik kemudian atap langsung ambruk," kata Andik, salah satu keluarga pasien di Paviliun VII RSAL Dr Ramelan, Minggu, 18 Maret 2018.

Andik merupakan anak dari Tamaji, salah satu pasien di ruangan tersebut. Andik tak sendirian. Sejumlah keluarga pasien lainnya tengah berada di ruangan saat kejadian.

"Tapi saya enggak begitu perhatikan ada berapa orang di dalam ruangan saat kejadian," katanya.

Andik mengaku sempat kaget saat mendengar suara gemuruh terjadi. Ia langsung memeluk bapaknya yang sakit untuk melindungi Tamaji dari bahaya.

"Saya spontan langsung melindungi tubuh bapak," ujarnya.


Atap salah satu ruangan di gedung Paviliun VII RSAL Dr Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, yang ambruk pada Minggu, 18 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Amaluddin

Setelah kejedian, Andik pun langsung mendapat bantuan dari petugas. Andik mengaku syok dan pusing. Andik sedang dirontgen untuk mengetahui kondisi kepalanya. Tak hanya itu, dia juga mengalami sedikit luka di tangannya.

Sementara Tamaji masih mendapatkan perawatan di ruang IGD. Sebelumnya, Tamaji dirawat di rumah sakit sejak Senin karena kejang dan stroke. "Untung kakinya pas nekuk, jadi pilar ndak sampai kena kaki bapak," kata Andik.


(SUR)