Demokrat Siapkan Wabup Ngawi Jadi Pasangan Khofifah

Amaluddin    •    Selasa, 17 Oct 2017 11:42 WIB
pilgub jatim 2018
Demokrat Siapkan Wabup Ngawi Jadi Pasangan Khofifah
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Partai Demokrat hampir pasti bakal mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal calon gubernur (Cagub) di Pilgub Jawa Timur 2018. Sementara untuk pendamping Khofifah, partai Segitiga Mercy ini mengusulkan Wakil Bupati Ngawi dua periode Ony Anwar Harsono.

"Kami sebenarnya beberapa waktu lalu telah mengirim daftar nama-nama cawagub seperti yang diminta oleh pusat. Tapi sekarang kami kembali menambah nama cawagub yaitu Wabup Ngawi," kata Sekertaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renville Antonio, dikonfirmasi, Selasa, 17 Oktober 2017.

Satu nama tambahan sebagai cawagub ini, kata Renville, merespons rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangn (PDIP), yakni pasangan cagub/cawagub Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas yang baru-baru ini diumumkan. 

"Karena itu, saya diminta pusat untuk menggali kembali dari masyarakat kader potensial dari Demokrat yang diminati masyarakat, yang masih muda. Kemarin saya mendapat masukan dari konstituen kami di daerah untuk mengusulkan nama Mas Ony Anwar Harsono,” katanya.

Ony, lanjut Renville, selain masih menjabat sebagai Wabup Ngawai, Ony juga merupakan pengurus DPD Demokrat Jatim. Ia menganggap Ony cocok menjadi cawagub Khofifah, karena berasal dari kelompok nasionalis, khususnya kaum muda di wilayah Mataraman.

"Mas Ony muncul dalam radar kami. Seandainya cagub kami berasal dari golongan hijau (NU), maka akan lebih tepat kalau wakilnya berasal dari nasionalis dari Mataraman. Nah, mas Ony ini adalah Wabup dua periode, beliau asli Ngawi, masih berumur 37 tahun. Jadi saat menjadi wakil bupati, beliau masih berumur 30 tahun, potensial untuk jadi cawagub," ujarnya.

Saat ini, kata Renville, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah sangat intens berkomunikasi dengan Khofifah. Ini dilakukan untuk mengusung Mensos yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu di Pilgub Jatim.

"Itu juga dibahas cukup intens oleh ketua umum kami, Khofifah juga salah satu kandidat yang sangat kuat dan telah dibicarakan di DPP dan Majelis Tinggi. Tapi kami tidak tahu bagaimana keputusannya," kata Renville.



(ALB)