Dalam 2 Bulan, Sebelas Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual di Jember

Kusbandono    •    Selasa, 20 Mar 2018 17:15 WIB
kekerasan seksual anak
Dalam 2 Bulan, Sebelas Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual di Jember
Ilustrasi korban kekerasan, Medcom.id - M Rizal

Jember: Sebelas kasus kekerasan seksual pada anak terjadi di Jember, Jawa Timur, dalam dua bulan pertama di 2018. Sebagian besar tindak pidana itu dilakukan pelaku di sekitar tempat tinggal korban.

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, Hari Triyanto, mengatakan pelaku merupakan orang terdekat dengan korban.

"Seperti bapak tiri, paman, dan tetangga," kata Hari ditemui di ruang kerjanya di Jember, Selasa, 20 Maret 2018.

Sebanyak delapan laporan, lanjut Hari, sudah masuk dalam proses penyidikan. Sedangkan sisanya masih diselidiki. 

Selain itu, Hari juga mendapat delapan laporan tindak kekerasan fisik. Saat ini, ujar Hari, ia dan pemerintah tengah melakukan upaya pencegahan untuk melindungi anak-anak di Jember.

Kemarin, Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listiyarti mengungkap data dari Polda Jawa Timur. Dalam dua bulan terakhir, data dari Polda menyebutkan 117 anak menjadi korban kekerasan seksual. Jumlah pelaku yang terungkap sebanyak 22 orang.

"Kasus itu bukan hanya di satuan pendidikan atau sekolah," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 19 Maret 2018.

Kasus yang menyedot perhatian besar yaitu terjadi pada 65 siswa SD di Surabaya. Selain itu, kekerasan seksual juga terjadi pada 25 siswa di Jombang.

Pelaku tindakan tersebut yaitu guru yang rajin mendampingi kegiatan siswa. Pelaku juga dikenal berdedikasi tinggi pada tugasnya.


(RRN)