Lima Daerah di Jatim Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem

Amaluddin    •    Rabu, 28 Nov 2018 11:53 WIB
cuaca ekstrem
Lima Daerah di Jatim Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Sebanyak lima wilayah di Jawa Timur diprediksi terancam cuaca ekstrem hingga sepekan mendatang. Berdasarkan pantauan radar citra milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya di Sidoarjo, lima wilayah itu adalah Kota Surabaya, Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Bangkalan, dan Bojonegoro.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Surabaya di Sidoarjo, Taufik Hermawan, mengatakan cuaca ekstrem ini berupa hujan lebat secara sporadis, hujan es, bahkan puting beliung berpotensi terjadi pada awal peralihan musim akhir November hingga awal Desember ini.

"Potensinya teejadi di lima daerah itu cukup besar. Angin akan bertiup kencang menyertai hujan. Karena itu, masyarakat harus waspada,” kata Taufik, dikonfirmasi, Rabu, 28 November 2018.

Tak hanya lima daerah itu, lanjut Taufik, daerah lainnya di Jatim juga punya potensi sama, meski tidak seekstrem lima daerah tersebut. Pasalnya, hujan diprediksi akan terjadi merata di 38 kabupaten/kota di Jatim. "Kami akan update terus perkembangan cuaca untuk semua wilayah di Jatim," ujarnya.

Menurut Taufik, cuaca ektrem ini biasanya terjadi sore hari, dengan awan Comuluninbus (Awan CB) yang berwarna hitam pekat. Karena itu, masyarakat harus mewaspadai Awan CB itu. "Sebab biasanya, hujan akan turun disertai angin kencang. Kadang turun hujan es dan muncul angin puting beliung," katanya.

Taufik mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah terkait Awan CB. Sehingga bisa diambil langkah antisipasi.

Taufik juga mengimbau masyarakat untuk waspada. Juga harus terus memantau kondisi cuaca melalui media sosial atau informasi dari BPBD setempat. "Ini penting sebagai bentuk kewaspadaan, karena cuaca ekstrem bisa muncul mendadak secara tiba-tiba," ujarnya.

Angin puting beliung menerjang beberapa wilayah di Jatim beberapa waktu lalu. Antara lain Kabupaten Probolinggo dan Banyuwangi. Akibatnya puluhan rumah rusak hingga ambruk.



(ALB)