Rekening Koran Milik First Travel Sidoarjo Disita Polisi

Syaikhul Hadi    •    Senin, 04 Sep 2017 18:50 WIB
kemelut first travel
Rekening Koran Milik First Travel Sidoarjo Disita Polisi
Polisi membawa sejumlah berkas dari kantor First Travel Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Polisi menyita beberapa paspor, dokumen, dan bukti rekening koran milik First Travel cabang Sidoarjo, Jawa Timur. Barang-barang itu sebagai bukti setelah polisi mendapat laporan penipuan berkedok perjalanan umrah yang dilakukan pemilik First Travel.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, mengatakan penggeledahan dilakukan sejak Senin sore 4 September 2017. Penyidik mencari beragam dokumen sebagai bukti laporan yang masuk ke Crisis Center.

"Sampai tadi malam ada sekitar 40 jemaah. Yang kami amankan salah satunya paspor. Dari 40 jemaah yang lapor ke polres, paspornya sudah dikembalikan. Namun ada 6 yang belum. Nanti akan kami serahkan kepada pemiliknya di Mapolresta," ungkap Harris usai penggeledahan, Senin 4 September 2017.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan rekening koran milik Travel. Hal itu bertujuan untuk mencari bukti-bukti transaksi atas pemberangkatan jemaah. Meski begitu pihaknya belum bisa membeberkan lebih detail lantaran masih dalam proses pendataan.

"Karena (korban) di sini banyak, maka butuh waktu untuk melakukan pendataan itu," ujarnya.

Selama ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Baik saksi pelapor maupun saksi yang ditengarai merupakan agen First Travel. Saat dilakukan pemeriksaan agen, semuanya mengarah ke kantor cabang PT. First Travel.

"Kami buat dua sistem pelaporan. Satu pelapor, dan satunya lagi membuat laporan polisi. Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap aliran dananya mengarah ke Cabang First Travel. Makanya nanti kami kembangkan lagi," tegasnya.

Dalam laporan polisi yang mereka buat, lanjut Kompol Harris, mereka mengirimkan sejumlah uang senilai Rp14,3 dengan dana tambahan sebanyak Rp2,5 juta untuk pemberangkatan umroh. Namun, pada kenyataanya mereka tidak diberangkatkan. Sehingga mereka merasa dirugikan.

"Sementara ini aliran dananya lari ke  FT Pusat. Jika nantinya ada indikasi lain yang bermuara di selain kantor pusat, maka akan kami selidiki lebih lanjut," lanjut Kapolres.

Hingga saat ini, pihaknya juga belum menemukan bukti uang tunai milik calon jemaah di kantor cabang First Travel Sidoarjo. Hanya saja terdapat bukti rekening koran yang sudah disetorkan ke pusat.

"Dalam waktu dekat. Kami akan lakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Kantor Cabang First Travel Sidoarjo. Karena yang bersangkutan saat ini masih di Jakarta," tandasnya. 


(RRN)