Ratusan Pelajar Dilatih Kesiapsiagaan Bencana

Daviq Umar Al Faruq    •    Minggu, 29 Apr 2018 16:01 WIB
bencana
Ratusan Pelajar Dilatih Kesiapsiagaan Bencana
Pelajar lakukan latihan gabungan kesiapsiagaan bencana di Malang. (MEdcom.id/Daviq Umar)

Malang: Sebanyak 250 anggota Palang Merah Remaja (PMR) mengikuti latihan penanganan bencana alam gabungan di Lapangan Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu 29 April 2018. Peserta terdiri dari 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Latihan gabungan bertujuan agar para siswa siap dan memiliki keterampilan untuk menolong saat terjadi bencana. Sebab Kabupaten Malang, Jawa Timur, merupakan wilayah rawan bencana alam.

"Mereka dibekali keterampilan  Kepalangmerahan, kesehatan remaja,  kesiapsiagaan bencana dan pertolongan pertama," kata Ketua Panitia dari Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Turen, Sugeng Supriyanto.

Potensi relawan muda di Turen sebanyak 650 pelajar. Selain melatih kesiapsiagaan bencana, para pelajar juga dilatih kemandirian.  

Untuk memacu keterampilan dan ketangkasan, juga digelar perlombaan keterampilan. Meliputi lomba pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, remaja sehat peduli sesama dan ayo siaga bencana.Termasuk kesiapsiagaan bencana gempa bumi. 

Sekretaris PMI Kabupaten Malang Aprilianto menjelaskan, indeks risiko bencana alam Kabupaten Malang menempati urutan kedua di Jawa Timur. Sedangkan secara nasional berada di urutan ke sembilan.

"Kabupaten Malang seperti supermaket bencana," katanya.

Kabupaten Malang rawan terhadap 12 bencana. Antara lain gempa bumi, tsunami, gunung api, banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan, banjir rob, bencana industri, bencana sosial (konflik) dan gagal teknologi.

Sebelumnya pada Kamis 26 April 2018 lalu terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 skala richter di Malang. Pusat gempa berada di laut pada jarak 148 kilometer arah selatan Dampit, Kabupaten Malang, dengan kedalaman 52 kilometer.


(LDS)