Gubernur Tagih Rencana Tata Ruang dari Kepala Daerah di Jatim

Amaluddin    •    Senin, 07 Nov 2016 16:16 WIB
pemerintah kota
Gubernur Tagih Rencana Tata Ruang dari Kepala Daerah di Jatim
Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Puluhan kepala daerah di Jawa Timur masih belum membuat rencana tata ruang dan wilayah. Sehingga lahan di kabupaten dan wilayah itu dapat berubah fungsi.

Gubernur Jatim Soekarwo mengakui harga lahan pertanian lebih murah ketimbang area yang memang disiapkan untuk industri. Lantaran itu, investor 'nakal' lebih tertarik membeli lahan untuk pertanian.

"Makanya pemerintah dan kepala daerah harus mengantisipasi perubahan peruntukan lahan agar tak terjadi sengketa," kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo di Kantor Pemprov Jatim, Kota Surabaya, Senin (7/11/2016).

Ia mengaku baru delapan kepala daerah yang menyerahkan RTRW. Ia lalu meminta puluhan kepala daerah lain segera menyerahkan berkas tersebut.

Seharusnya kepala daerah menerbitkan RTRW itu ke masyarakat. Sehingga masyarakat tahu lahan mana untuk pertanian, yang mana buat industri. Berkas itu pun akan menjadi pedoman Badan Penanaman Modal (BPM) saat ada pihak yang hendak berinvestasi.

Pake Karwo menyebutkan daerah pesisir Pantura harus segera menyerahkan berkas tersebut. Yaitu Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

"Sebab daerah-daerah itu kaya minyak," lanjut Pakde Karwo.



(RRN)