Lapindo Matikan Jaringan Gas di Tanggulangin Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 23 Oct 2016 18:39 WIB
gas
Lapindo Matikan Jaringan Gas di Tanggulangin Sidoarjo
Lokasi kemunculan gelembung gas akibat kebocoran pipa di Tanggulangin, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pipa penyalur gas di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, bocor. Sebagai pemilik, PT Lapindo Brantas Inc pun mematikan jaringan pada sumur gas di Kecamatan Tanggulangin 5 secara manual atau shut in.

Vice President Operation PT Lapindo Brantas Inc, Harsa Harjana, mengaku mendapat informasi soal dugaan kebocoran pipa. Setelah pemeriksaan, Lapindo pun melakukan tindakan. Meski dimatikan secara manual, Harsa menjamin pasokan gas tetap aman.

"Langsung kita alihkan ke sumur TGA 1 dan 2. Meskipun ada salah satu sumur yang terpaksa harus di matikan," ungkap Harsa, Minggu (23/10/2016).

Pipa bocor pada pukul 22.00 WIB, Jumat 15 Oktober. Peristiwa itu ditemukan pertama kali oleh Marsam, warga Desa Kalidawir. 

Marsam melihat gelembung dan air yang memuncrat dari sungai. Lumpur juga memancar dari gelembung tersebut.

"Setelah mendapat laporan itu, operator produksi Lapindo langsung melakukan pengecekan tekanan sumur TGA 5. Dari data yang ada di Gas Flow Computer terlihat tekanan gas memang drop. Sehingga mengindikasikan terjadinya kebocoran pipa gas. Makanya sumur TGA 5 langsung kami Shut-in," katanya. 

Menurut Harsa, tak sampai 30 menit, aliran gas sudah bisa dihentikan. Hal itu untuk minimalisir resiko terhadap warga setempat. Diakuinya, memang saat itu PT. Lapindo Brantas sedang mengirimkan gas sebesar 10 MMcsf atas permintaan PT. Pertagas.

"Harusnya, saat itu tekanan mencapai 570 psig, tapi di layar tekanan tinggal 278 psig. Jadi, itu karena bocor halus. Meski begitu kebocoran tidak langsung berpengaruh pada santet valid di sumur TGA 5. Sehingga tidak terjadi shutdown otomatis," jelasnya. 

Saat ini, pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap pipa yang sempat mengalami kebocoran pada Sumur TGA 5. Kebocoran itu berbarengan dengan penuntasan program penyaluran Jargas sebanyak 3.850 sambungan rumah milik PT. Pertagas Niaga untuk warga Tanggulangin. 

Sedangkan gas pada program Jargas itu diambilkan dari sumur Lapindo Brantas yang ada di Tanggulangin. 


(RRN)