Ombudsman Jatim Terima Puluhan Laporan Pungli per Tahun

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 08 Nov 2016 17:28 WIB
pungutan liar
Ombudsman Jatim Terima Puluhan Laporan Pungli per Tahun
Polisi menata sejumlah barang bukti saat gelar kasus pungutan liar di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/11/2016). Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Praktik pungutan liar (pungli) di Jatim tercatat masih tinggi. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jatim setiap tahunnya menerima laporan pungli lebih dari sepuluh kasus. 

Asisten ORI Perwakilan Jatim, Sulung Muna Rimbawan, menjelaskan setiap pungli yang dilaporkan ke ORI akan ditindaklanjuti maksimal 14 hari setelah pelaporan. Setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihaknya akan memberikan saran kepada terlapor untuk melakukan perbaikan.

“Tugas ORI itu di antaranya menangani penyalahgunaan wewenang yang dilakukan penyelenggara pelayanan, adanya penyimpangan prosedur, juga adanya diskriminasi pelayanan,” kata dia, di Surabaya, Selasa (8/11/2016).

Menurut Sulung, setelah memanggil dan memeriksa, ORI selanjutnya memberikan saran agar penyelenggara pelayanan memperbaiki prosedur pelayanan sesuai UU yang berlaku.

Terkait pidananya, kata Sulung, Ombudsman tidak berhak menangani lantaran menjadi kewenangan kepolisian dan kejaksaan.

“Kalau memang ditemukan adanya kesalahan pasti akan kami beri saran. Kami tidak bisa mendorong untuk ke ranah pidana. Bisa langsung dilaporkan ke kepolisian dan kejaksaan,” ujar dia.

Polda Jatim, sebagaimana kebijakan Mabes Polri, telah membentuk Satgas Pungli yang dikomandoi Bidang Profesi dan Pengamanan. Satgas tersebut telah terbentuk satu bulan. Dan saat ini Satgas sedang bekerja memberantas pungli.

“Sekarang masih bekerja. Nanti di akhir tahun akan kami paparkan temuan kami,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Argo Yuwono.


(UWA)