Korban Kasus Malapraktik di Sidoarjo Diminta Lapor Polisi

Amaluddin    •    Selasa, 30 Jan 2018 07:27 WIB
malapraktik
Korban Kasus Malapraktik di Sidoarjo Diminta Lapor Polisi
ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal

Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur angkat bicara terkait kasus dugaan malapraktik di Rumah Sakit Siti Khodijah di Kabupaten Sidoarjo. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengaku prihatin munculnya kasus pelecehan seksual dan pelayanan buruk terhadap pasien di rumah sakit di wilayahnya. 

"Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke pihak berwajib jika mengalami kasus serupa di rumah sakit," kata Barung, dikonfirmasi, Senin, 29 Januari 2018.

Barung mengaku pihaknya sudah mendengar kabar dugaan malapraktik di salah satu rumah sakit di Sidoarjo. Namun, kata dia, pihaknya belum bisa menindaklanjuti secara dalam sebelum ada laporan dari masyarakat. 

Meski demikian, kata Barung, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan perihal kasus tersebut. Hasil penyelidikan awal bahwa RS Siti Khodijah merupakan RS SK di Sidoarjo. "Meski sudah ada langkah awal dari polisi, kami harap keluarga korban yang merasa dirugikan segera melaporkan ke pihak kepolisian," kata Barung.

Warga Sidoarjo digegerkan video kasus dugaan malapraktik di RS Siti Khodijah. Video itu viral di media sosial terkait dugaan kelalaian penanganan medis di sebuah rumah sakit yang berujung meninggalnya seorang pasien.

Video berdurasi 3 Menit 10 detik itu menggambarkan keluarga pasien murka kepada dokter dan perawat yang dituduh menelantarkan sang ibu yang kala itu menjadi pasien di RS Siti Khodijah di Sidoarjo. Dalam video itu, terdengar suara seseorang pria dan wanita dari keluarga marah besar. 

Keduanya menyesalkan sikap dokter spesialis dan perawat yang tidak mengetahui jika pasien sudah maninggal dunia ketika penanganan medis berlangsung. Bahkan pasien yang sudah meninggal disebutnya masih mendapat suntikan dari perawat.


(DMR)