Warga Beralih ke Transportasi Online karena Merasa Nyaman

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 13 Oct 2017 14:13 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Warga Beralih ke Transportasi Online karena Merasa Nyaman
Ilustrasi. Foto: Antara/Lucky R.

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasar moda transportasi konvensional disebut-sebut dirampas transportasi daring. Namun, benarkah transportasi online yang memakan porsi kue pendapatan sopir angkutan umum?

Masyarakat menilai suatu hal yang wajar transportasi online banyak dilirik. Beragam cerita dan pengalaman penumpang bisa dirasakan mereka yang pernah menggunakan transportasi konvensional maupun daring.

Salah seorang masyarakat Surabaya, Nita, menyebut sebagian warga yang memiliki kendaraan sendiri. Namun mereka memilih menggunakan transportasi online saat harus naik angkutan umum.

"Kebetulan saja waktu itu kami sedang malas bawa kendaraan sendiri. Taksi online menurut saya sangat membantu sekali. Kalau mau datang ke kota lain, dan tidak bawa kendaraan sendiri jadi lebih mudah," kata Nita kepada Metrotvnews.com, Jumat, 13 Oktober 2017.

Memang, menjamurnya taksi online bakal mengancam keberadaan transportasi konvensional. Bahkan bisa saja angkutan konvensional gulung tikar, seperti yang dialami keluarganya. Meski begitu pengalamannya menaiki taksi Konvensional masih tertanam hingga sekarang.

"Sudah pernah naik konvensional, kalau harganya enggak pas, enggak bakalan diangkut. Tapi Kalau taksi online selain murah, mudah juga aman," jelasnya.

(Baca: Pemerintah Diminta Perhatikan Aturan Tarif Taksi Online)

Tidak perlu khawatir saat menggunakan transportasi online. "Apalagi, ketika tidak ada yang menjemput," kata Uswah, warga asal Banyuwangi yang tinggal di Surabaya.

Senada, juga disampaikan Maulidiyah, wanita asal Bangil Pasuruan. Menurutnya, pemakaian jasa taksi online sangat membantu saat bepergian ke luar kota. Bahkan dalam keadaan darurat pun juga sangat membantu.

"Saya rasa, kalau diberhentikan masyarakat juga bakal merasa gelisah. Karena menggunakan taksi online cukup memudahkan masyarakat," jelasnya.

(Klik: Transportasi Konvensional Minta Angkutan Online Berpelat Kuning)

Jujur saja, dirinya sempat merasa ketakutan saat menaiki transportasi konvensional. Sopir yang terkadang bersikap memaksa saat menawarkan tumpangan jadi alasan. Dia berharap pemerintah mempunyai kebijakan lain agar yang merasa dirugikan bisa teratasi.

"Jadi, pemerintah  eggak perlu memberhentikan operasional taksi online. Mungkin yang merasa dirugikan terkait adanya online bisa dicari solusinya," tandasnya.




(SUR)