Dinas Perumahan Rakyat Sumenep Akui Sistem Drainase tak Berfungsi

Rahmatullah    •    Minggu, 26 Nov 2017 18:12 WIB
bencana banjir
Dinas Perumahan Rakyat Sumenep Akui Sistem Drainase tak Berfungsi
Petugas membersihkan selokan di Sumenep, Minggu, 26 November 2017, MTVN - Rahmatullah

Sumenep: Penyebab luapan banjir di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, disebabkan sistem drainase tidak berfungsi normal. Saluran tersebut tersumbat sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya, mengungkapkan masalah tersebut.

"Tapi kami sudah terjunkan petugas pematusan untuk membersihkan drainase tersebut," kata Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep, Bambang Irianto, Minggu, 26 November 2017.

Selain itu, Bambang menyebut lahan serapan di seputar Kecamatan Kota berkurang. Hal itu setidaknya bisa dilihat dari sekeliling rumah warga yang memakai paving. Air hujan yang mestinya terserap atau masuk ke tanah, terus mengalir sebanyak-banyaknya. 

Bambang juga mengungkapkan Sungai Marengan yang merupakan pusat pembuangan sudah tidak mampu menampung air. Kondisi tersebut menyebabkan luapan air ke mana-mana. Untuk mengatasi persoalan tersebut, sudah disiapkan program pengalihan arus, yaitu dengan memasangan pompa. Dengan pompa itu, pembungan air yang terpusat ke Sungai Marengan, bisa dipecah ke Sungai Patrean. 

"Program itu sudah kita agendakan untuk tahun 2018. Anggarannya tujuh miliar," terang Bambang.

Pompa tersebut juga direncakan akan dipasang di badan kali tempat lain. Dan akan diberlakukan sistem buka-tutup pintu air untuk mengantisipasi banjir. Bambang bersyukur rencana tersebut sudah disetujui pihak legislatif, sehingga hanya menunggu waktu untuk mewujudkan.

Tapi untuk waktu dekat, Bambang mengaku akan mengupayakan limpasan air permukaan melalui taman sisi kiri Sungai Marengan, sehingga mengurangi genangan air di jalan raya, utamanya di kampung Arab di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota. 

Selebihnya, dia menuturkan persoalan banjir cukup kompleks. Butuh solusi pas dari hulu hingga hilir, sehingga tidak ada banjir yang akan dikeluhkan masyarakat lagi.


(RRN)