Kisah Warga Surabaya yang Beralih Profesi ke Driver Online

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 19 Oct 2017 14:28 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Kisah Warga Surabaya yang Beralih Profesi ke Driver Online
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Surabaya: Banyak warga yang memilih beralih profesi menjadi driver online. Alasannya, selain mudah, nyaman, penghasilannya lebih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yusuf, 32, salah satunya. Warga Surabaya ini mulai menggeluti profesi driver transportasi online sejak 2016 lalu. Terpengaruh informasi dari rekan-rekannya, dia memilih keluar dari tempat kerjanya yang lama.

"Dulu, saya bekerja sebagai penjaga di toko kelontong. Nah, setelah mendapat informasi dari temen-teman bahwa kerja sebagai driver itu enak, akhirnya saya coba-coba," kata Yusuf kepada Metrotvnews.com, Kamis, 19 Oktober 2017.

Kerja di toko peracangan belum bisa menutupi kebutuhan. Namun, kerja ini dilakoninya lantaran belum ada niatan untuk beralih kerja. Akhirnya dia lebih memilih menjadi driver online.

"Kerjaan lebih mudah, praktis, dan enggak ada batasan waktu. Kapan dan jam berapa pun kita mau keluar (kerja), terserah kita. Karena kita sendiri yang menentukan," terangnya.

Selain itu, penghasilan juga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbeda saat dirinya bekerja di toko klontong. Saat itu, penghasilannya mencapai Rp1,8 juta per bulan. Kini dia bisa meraup rezeki hingga Rp400 ribu per hari.

"Kadang bisa lebih dari 400 ribu. Kalau dipotong  sama setoran dan bensin, terkadang per hari saya bawa Rp.150 ribu," Yusuf.

Faisal, 25, juga beralih profesi jadi driver online dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Selama ini gawai sudah bisa dinikmati semua kalangan. Aji mumpung, di mendaftar dengan modal gawai, SIM A, dan kendaraan.

Sebelumnya, dia bekerja di bagian distributor alat listrik. Penghasilannya pun minim. Sehari Yusuf hanya mampu membawa pulang Rp100 ribu. Berbeda saat menjadi driver online, Yusuf bisa mengantongi Rp400-500 ribu tiap hari.

"Lebih simpel aja kerjanya, mudah dan bisa memanfaatkan fasilitas. Apalagi sebelumnya saya juga pernah jadi user (pengguna) transportasi online. Jadi, sudah tahu gimana kerjanya driver online," tambahnya.

Pengalamannya menjadi user online, menurutnya menaiki transportasi online lebih nyaman. Karena pelayananya yang baik, murah dan aman. Bahkan pengguna bisa tahu tarif yang bakal ditagih.

"Jadi, kalau kita mau kemana gitu, kita tahu lebih dulu sebelum naik. Berbeda dengan taksi nononline. Saat naik taksi non online, kita masih mikir-mikir, kira-kira sampai di tempat habis berapa," tandasnya


(SUR)