Bandara Banyuwangi Resmi Dikelola Angkasa Pura II

Amaluddin    •    Jumat, 22 Dec 2017 18:56 WIB
infrastrukturbandara
Bandara Banyuwangi Resmi Dikelola Angkasa Pura II
Penandatanganan serah terima antara Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dan Dirut AP II Muhammad Awaluddin. (Dok: Pemkab Banyuwangi).

Banyuwangi: Bandara Banyuwangi kini resmi dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) setelah diserahterimakan Kementerian Perhubungan. Penandatanganan serah terima dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dan Dirut AP II Muhammad Awaluddin, Jumat, 22 Desember 2017.

”Pengembangan Bandara Banyuwangi yang sudah bagus ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena nanti pasti berdampak ke kesejahteraan ekonomi warga. Pemberian hak pengelolaan ke AP II ini untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen penerbangan, terutama untuk mengantispasi tingkat pertumbuhan penumpang dan kargo,” kata Agus, dalam siaran persnya yang diterima Medcom.id.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Kemenhub yang terus mendukung pengembangan bandara tersebut. Sehingga Banyuwangi bisa berkembang sepesat sekarang.

“Kita terus mendorong pengembangan bandara ini dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi untuk menyukseskan Nawacita Presiden Jokowi terkait pembangunan sentra pertumbuhan ekonomi baru, dalam hal ini Banyuwangi sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru di timur Pulau Jawa,” kata Anas.

Menurut Anas, kemudahan aksesibilitas melalui bandara menjadi salah satu sarana untuk mempercepat laju pembangunan, tentu dampaknya adalah kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. “Sekali lagi, saya berterimakasih kepada Kemenhub yang telah mendukung pengembangan bandara Banyuwangi,” ujarnya.

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi pada 2010. Saat ini ada enam frekuensi penerbangan dalam sehari, yaitu tiga kali dari Surabaya dan tiga kali dari Jakarta. 

Jumlah penumpang di bandara tersebut juga terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Kemudian pada 2014, Pemkab Banyuwangi membangun terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia, dengan konsumsi energi sangat minim karena nyaris tanpa alat pendingin dan memanfaatkan pencahayaan alami dengan sinar matahari.

“Infrastruktur untuk membuka konektivitas antar wilayah sangat penting. Tidak hanya bagi Banyuwangi, tapi juga bagi Jatim, misalnya, ke depan perlu mengoptinakkan Bandara Sumenep dan bandara di Kediri yang sedang dalam proses pembangunan untuk menggerakkan ekonomi Jatim bagian selatan,” kata Anas.


(ALB)