BBPOM Tegaskan 5,3 Juta Pil PCC Ditemukan di Sidoarjo Berbahaya

Syaikhul Hadi    •    Senin, 22 Jan 2018 16:23 WIB
pil maut pcc
BBPOM Tegaskan 5,3 Juta Pil PCC Ditemukan di Sidoarjo Berbahaya
Polisi dan BPOM merilis hasil penggerebekan pil PCC yang dilakukan di Sidoarjo, Senin 22 Januari 2018, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: Pil penenang yang digerebek di sebuah rumah di Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan produk ilegal. Jutaan obat yang mengandung paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) itu beredar tanpa izin.

Pekan lalu, polisi menggerebek sebuah rumah di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu. Dari dalam rumah, polisi menemukan 5,3 juta pil PCC dan DMD (duchenne muscular dystrophy)

Baca: Polisi Gerebek Rumah Penyimpanan Jutaan Pil Obat Berbahaya di Sidoarjo

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) Hardiningsih mengatakan PCC sudah lama tak beredar. Sejak 2013, semua produk PCC ditarik dari pasar.

"Jadi yang ditemukan kemarin itu sudah tak diizinkan beredar. Apalagi kemasannya tak memenuhi standar," kata Hardiningsih dalam keterangan persnya di Mapolsek Wonoayu, Sidoarjo, Senin 22 Januari 2018.

Menurut Hardiningsih, zat carisoprodol dalam obat itu berkhasiat menghilangkan rasa nyeri. Namun bila digunakan berlebihan, penggunanya akan menjadi mengantuk, teler, dan berhalusinasi serasa terbang.

"Jika dikonsumsi dengan dosis berlebihan maka akan menekan susunan syaraf pernafasan. Bahkan bisa menyebabkan meninggal dunia," katanya menjelaskan.

Sementara, zat Dextromethorphan berfungsi meredakan batuk. Bila disalahgunakan, obat itu mengakibatkan halusinasi.

"Sebenarnya sebelum 2013 boleh digunakan. Tapi dalam bentuk tunggal, maupun campuran. Tapi sekarang sudah banyak disalahgunakan. Apalagi sampai mengkonsumsi dengan kelipatan ganda. Kalau sudah kena pusat syaraf, maka akan menyebabkan meninggal dunia," terangnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat tidak menyalahgunakan obat-obatan tersebut. Kandungan pada pil itu dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.



(RRN)