Dimas Kanjeng Belajar Menggandakan Uang ke Banten

Amaluddin    •    Jumat, 30 Sep 2016 11:26 WIB
penipuan
Dimas Kanjeng Belajar Menggandakan Uang ke Banten
Dimas Kanjeng (kanan)/MI/Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Surabaya: Dimas Kanjeng Taat Pribadi (46), pemilik Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur, hanya warga biasa. Ia dikenal mampu menggandakan uang setelah berguru ke Banten.

"Dia sempat menghilang dari Probolinggo, karena berguru ke Banten. Saya tidak ingat tahun berapa, tapi setelah dari Banten, kehidupannya berubah 90 derajat," kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis, di Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Menurut Muchlis, Dimas Kanjeng sebelumnya hanya warga biasa dan memiliki pekerjaan layaknya masyarakat desa, yakni bertani dan bercocok tanam.

Kemudian, lanjut Muchlis, kehidupan Dimas Kanjeng berubah drastis sejak tahun 2000. Ia kemudian dikenal banyak orang, hingga berdatangan dari berbagai daerah karena kesaktiannya.

"Seingat saya, praktek penggandaan uang itu ada mulai awal tahun 2000-an," ujarnya.

Menurut Muchlis, ada banyak korban dalam praktik penggandaan uang tersebut, termasuk dari kalangan pejabat, politisi, hingga petinggi negara. Namun, Muchlis enggan menyebut identitas mereka.

"Itu menjadi ranah polisi, biar nanti aparat yang berwenang saja yang menyebut siapa saja korban Dimas Kanjeng," ujarnya.

Muchlis menyebut, para korban diberikan pamahaman sesat sehingga takut untuk melapor meski menyadari menjadi korban penipuan.

"Para Korban tidak mau melapor karena memang ada doktrin-doktrin yang membuat pengikutnya takut," pungkasnya.


(MEL)