Salawat Fulus' Diajarkan di Padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo

Amaluddin    •    Rabu, 28 Sep 2016 13:21 WIB
kasus pembunuhan
Salawat Fulus' Diajarkan di Padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo
Polda Jatim menangkap pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, MI - Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Surabaya: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengklaim menyelidiki aktivitas Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Hasil penyelidikan menyebutkan pemimpin yayasan, Taat Pribadi, menyampaikan ajaran yang menyimpang dari agama Islam.

Ketua MUI Jatim Abdussomad Buchori mengatakan penyelidikan menemukan indikasi pemimpin yayasan menyebut dirinya sebagai Tuhan. Indikasi itu ditemukan dalam penyelidikan dua tahun lalu.

"Itu sudah tak benar," kata Abdussomad di Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Selain itu, yayasan juga mengajarkan 'salawat fulus' saat doa bersama. Salawat tersebut dibaca sebagai doa penggandaan uang.

"Dalam ijazah dari para ulama dan kyai di Jatim, ajaran salawat fulus itu tidak ada. Sementara bacaan dalam istighosah memang banyak manfaatnya, tapi jadi berbeda kalau dimanfaatkan untuk penggandaan uang. Apalagi bacaan di dalam istigosah itu berbeda dengan ulama di Jatim. Ada sholawat fulus dalam istigosah itu, ini sudah tidak benar," jelasnya.

Kejanggalan kedua adalah adanya kalimat menyimpang yang mengenai ketuhanan. Dia seperti akan mengaku sebagai Tuhan. 

"Dia mengaku Sejatine ingsun zat Tuhan. Ini mirip manunggaling kawula Gusti yang pernah dilakukan Syekh Siti Jenar. Tidak boleh mengajarkan seperti ini," katanya.

Abdussomad juga menduga Taat Pribadi menggunakan hipnotis untuk mempengaruhi pengikutnya. Sebab, pengikut padepokan itu berjumlah ribuan orang. 

Nama Taat Pribadi muncul setelah Polda Jatim mendatangi padepokannya di Probolinggo pada Kamis 22 September. Taat diduga sebagai otak pembunuhan terhadap dua pengikutnya.

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo
http://jatim.metrotvnews.com/peristiwa/8N0q78Ab-seribu-polisi-dan-barakuda-dikerahkan-tangkap-pimpinan-padepokan-di-probolinggo

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo
 


(RRN)