Panglima TNI Persilakan Warga Laporkan Prajurit tak Netral saat Pilkada

Nurul Hidayat    •    Selasa, 27 Sep 2016 14:56 WIB
pilkada
Panglima TNI Persilakan Warga Laporkan Prajurit tak Netral saat Pilkada
Panglima TNI mengikuti doa bersama di makam di Ponpes Tebuireng Jombang, MTVN - Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta warga melaporkan prajurit yang tak netral dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2017. Gatot juga memastikan prajurit bermasalah itu akan mendapat sanksi tegas.

Gatot menegaskan TNI netral dalam pelaksanaan Pilkada. Tugas TNI, katanya, mengamankan wilayah dan masyarakat di lokasi Pilkada.

Bila ada prajurit tak netral, Gatot mempersilakan warga melapor. Namun identitas prajurit harus jelas.

"Jadi jangan asal berambut cepak," kata Gatot saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).

Setelah mendapat laporan, TNI akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Jika terbukti, TNI akan menindak tegas prajurit yang bermasalah.

Gatot mendatangi Tebuireng untuk berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Di komplek pemakaman itu pula terdapat pusara sejumlah tokoh umat Islam Indonesia. Misalnya KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asy'ari.


(Panglima TNI berziarah ke makam di Ponpes Tebuireng Jombang, satu di antaranya makam Gus Dur, MTVN - Nurul Hidyaat)

Pada 2017, ratusan daerah bakal menggelar Pilkada serempak. Tujuh di antaranya menggelar Pemilihan Gubernur yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Selain itu, 18 kota dan 76 kabupaten ikut memilih kepala daerah. TNI pun berperan untuk mengamankan wilayah tetap kondusif.


(RRN)