Polres Lumajang Antisipasi Pencurian Sapi

   •    Minggu, 13 Jan 2019 11:57 WIB
pencurian
Polres Lumajang Antisipasi Pencurian Sapi
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban (kiri) memegang rantai yang akan digunakan sapi untuk mencegah pencurian, Minggu, 13 Januari 2018. Foto: Istimewa.

Lumajang: Polres Lumajang membuat beberapa strategi untuk mencegah pencurian hewan ternak sapi. Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, pencurian sapi tersebut sudah membuat resah warga.

Arsal mengatakan, warga harus merantai leher sapi agar tidak mudah dicuri saat malam hari.

"Dengan terobosan penggunaan rantai sapi ini,  para pencuri sapi bakal berfikir dua kali untuk melakukan kejahatanya mencuri ternak sapi tersebut. Untuk harga dari rantai ini sendiri cukup terjangkau kok, sekitar 150 ribu Rupiah," kata Arsal di Mapolres Lumajang, Minggu, 13 Januari 2019.

Arsal menjelaskan, penggunaan rantai sapi merupakan lapis pertama, di mana lapis pertama ini merupakan pengamanan yang bersifat perorangan atau tanggung jawab tiap pemilik sapi.

Menurut Arsal, konsep ini merupakan kolaborasi pemikiran dirinya dengan Iptu Rudi selaku Kapolsek Gucialit, sehingga menghasilkan model rantai sapi yang fleksibel tapi sangat kuat, yaitu besi dengan tebal 10 milimeter dengan panjang 80 centimeter dan lingkar kepala yang mudah ditekuk supaya tidak sulit saat mengalungkan ke kepala sapi.

Sementara untuk bagian ujung lainnya digembok besi atau cor yang ditanam.

"Pengamanan lapis kedua adalah dengan gaster (garasi ternak), yakni pengamanan yang bersifat kelompok. Garasi Ternak dibangun semi permanen dengan daya tampung sekitar 30 sapi per-gaster," ungkap Arsal.

Arsal mengatakan, setiap sore para pemilik sapi mengantarkan sapinya ke gaster-nya. sehingga proses penjagaan bisa bergantian setiap malam yang dilakukan oleh pemilik sapi itu sendiri. 
"Dengan sistem gaster ini juga membuat masyarakat pemilik sapi lebih sehat kualitas hidupnya, karena selama ini mereka tinggal berbagi tempat dengan sapi di rumahnya. sehingga bau kotoran sapi terasa sampai di dalam rumahnya," ungkap Arsal.

Arsal kembali mengatakan, untuk strategi ketiga adalah dengan pembentukan Satgas Keamanan Desa yang berfungsi mengamankan desa dalam skala yang lebih luas.

"Bukan hanya mengantisipasi tindak kriminalitas seperti begal dan pencurian sapi, tapi sampai kepada menyelesaikan problem maupun konflik sosial antar warga di desanya" pungkas Arsal.

Menurut Arsal, Satgas keamanan desa nantinya akan berdampingan dengan Bhabinkamtibmas. Tugasnya hampir sama, yaitu menyelesaikan permasalahan sebelum sampai ke ranah hukum, serta berperan sebagai pemecah masalah di desanya.


(DEN)