Kendaraan Pengangkut Sampah di Sumenep Banyak Tak Layak Pakai

Rahmatullah    •    Senin, 14 Jan 2019 17:39 WIB
sampah
Kendaraan Pengangkut Sampah di Sumenep Banyak Tak Layak Pakai
ilustrasi Medcom.id

Sumenep: Kendaraan pengangkut sampah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, banyak yang tidak layak pakai. Dari 15 kendaraan, 8 di antaranya tidak bisa dioperasikan. 

“Kita kekurangan kendaraan pengangkut sampah. Saat ini hanya ada 15 unit. Bahkan 8 unit di antaranya sudah melewati umur batas pakai,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kabupaten Sumenep, Achmad Junaidi, Senin, 14 Januari 2019.

Saat ini, katanya, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lebih dari 20 ton tiap hari. Sampah tersebut hanya dari wilayah Kecamatan Kota, Kecamatan Batuan, dan Kacematan Kalianget. Sementara sampah dari kecamatan lain belum masuk TPA yang berada di Kecamatan Batuan tersebut.

Junaidi membenarkan bahwa pengelolaan sampah di Sumenep memang masih minim. Hal itu lantaran kurangnya SDM untuk memilah sampah organik dan non organik. Sehingga sampah yang masuk ke TPA di Kecamatan Batuan berton-ton.

Dia memastikan akan menambah layanan untuk memperkecil volume sampah tersebut. Selain itu, dia juga mencanangkan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar bisa memilah sampah sendiri. Sehingga sampah yang masuk ke TPA tidak berton-ton seperti saat ini.

Junaidi menuturkan volume sampah lebih 20 ton itu berdasarkan hasil dari rekapitulasi jembatan timbang. Dia pun membenarkan sampah tersebut hanya dari Kecamata Kota, Batuan dan Kalianget. Sementara sampah di kecamatan lain belum masuk TPA. Tapi tahun ini akan ada penambahan armada yang akan melayani pengakutan sampah dari Kecamatan Saronggi, Bluto dan Pragaan.

Selain itu, menurut Junaidi, Sumenep sudah membuat Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) terkait pengelolaan sampah. Kebijakatan tersebut berupa 30 persen untuk pengurangan sampah, di mana kebijakan tersebut dilakukan masyarakat, lalu 70 persen penanganan sampah yang dilakukan instansi pemerintah.

“Bahkan di tahun ini sudah dicanangkan pembuatan Perbup yang mengatur pengurangan penggunaan plastik di ritel,” tambah dia.

Mengenai dampak dampak banyaknya sampah, Junaidi mengatakan sangat nampak di masyarakat, terutama dalam bentuk pencemaran unsu tanah. Sebab itu, dia berharap tim yang diberi tugas menyisir tempat-tempat yang kemungkinan dilewati petugas kebersihan, terutama di wilayah Kecamatan Kota, berdampak pada pengurangan volume sampah tersebut.

“Di luar Kota, kita sudah koordinasi dengan Puskesmas dan perusahaan-perusahaan untuk mengelola sampahnya sendiri,” jelasnya.



(ALB)