BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Sumenep

Rahmatullah    •    Jumat, 23 Nov 2018 09:50 WIB
bencana alam
BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Sumenep
Ilustrasi angin puting beliung, Medcom.id - M Rizal

Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Jawa Timur, membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Tujuannya agar masyarakat desa tanggap terhadap bencana yang melanda, termasuk juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan buruk dampak bencana.

Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, mengungkapkan Destana bisa melakukan langkah sejak dini saat terjadi bencana, sehingga memperkecil kemungkinan buruk yang terjadi akibat bencana. Kata dia, musim hujan memang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

"Destana sudah dibentuk. Anggarannya bisa menggunakan Dana Desa dan Anggaran Dana Desa," kata Rahman, Kamis, 22 November 2018.

Dalam pemetaan yang dilakukan BPBD, Rahman menyebut sejumlah desa rawan longsor dan banjir. Dua desa yang rawan terjadi longsor dua desa, yaitu Desa Desa Payudan Dundang (Kecamatan Guluk-guluk) dan Desa Basoka (Kecamatan Rubaru). Sedangkan yang rawan banjir tiga desa, yaitu Desa Patean (Kecamatan Batuan), Desa Babbalan (Kecamatan Kota), dan Desa Sendir (Kecamatan Lenteng).

Rahman mengimbau warga yang ada di dekat lokasi rawan bencana tersebut lebih waspada. Ia tidak ingin warga menjadi korban bencana. Sementara mengenai antisipasi tidak terjadi bencana merupakan kewenangan instansi teknis lain.

Selain potensi bencana di atas, Rahman juga mengatakan angin puting beliung mengancam semua wilayah saat memasuki musim hujan, tidak hanya wilayah pesisir. Ia pun meminta warga lebih berhati-hati saat datang langkisau tersebut. 

Sejauh ini, puting beliung itu sudah merusak 16 rumah di Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, awal masuk musim hujan lalu. Mujur peristiwa itu tidak menyebabkan korban jiwa. Tapi kerugian material ditaksir sebanyak Rp7 juta.

Mantan Sekretaris Bappedda Sumenep itu juga mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menebang pohon tua dan rapuh, termasuk juga memangkas ranting-ranting pepohonan di pinggir jalan. Ia khawatir pohon dan ranting-ranting tersebut membahayakan saat terjadi angin kencang.


(RRN)