Rendra Kresna tak Akan Praperadilkan KPK

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 11 Oct 2018 20:50 WIB
penggeledahan
Rendra Kresna tak Akan Praperadilkan KPK
Bupati Malang Rendra Kresna, dok: istimewa

Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna (RK) sebagai tersangka pada Kamis sore, 11 Oktober 2018 sore. Rendra pun menghormati keputusan KPK.

Rendra menjadi tersangka dugaan kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur. Menurut kuasa hukum, Gunadi Handoko, kliennya menerima penetapan tersebut.

"Saya kira kami kooperatif saja. Kami juga tidak ada wacana untuk melakukan praperadilan. Kami dorong untuk kooperatif saja, karena supaya jelas ada kepastian aja," kata Gunadi.

Soal penetapan, lanjut Gunadi, merupakan kewenangan KPK. Tim kuasa hukum akan membela Rendra. Lantaran itu, Gunadi dan kawan-kawan akan mempelajari materi kasus tersebut.

"Tapi saya belum ketemu Pak Rendra soalnya. Tadi pagi kan kita sudah ketemu, jadi nanti malam kita akan ketemu lagi," bebernya.

KPK juga menetapkan pengusaha Ali Murtopo (AM), sebagai tersangka. Ali diduga menyuap Rendra sekitar Rp3,45 miliar terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013. Proyek itu berupa pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Sedangkan, pada kasus penerimaan gratifikasi, Rendra ditetapkan sebagai tersangka bersama satu pihak swasta lain, Eryk Armando Talla (EAT). Rendra dan Eryk diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk menerima gratifikasi. Gratifikasi tersebut dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar Rp3,55 miliar.



(RRN)