Enam Penghuni Indekos Selamat dari Kebakaran

Amaluddin    •    Selasa, 29 May 2018 20:08 WIB
kebakaran
Enam Penghuni Indekos Selamat dari Kebakaran
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Surabaya: Sebanyak 14 orang menjadi korban kebakaran rumah kos di Jalan Kebalen Kulon Gang II, Pabean Catikan, Surabaya, Selasa, 29 Mei 2018 sore. Delapan orang tewas dan enam orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

"Enam orang lainnya, termasuk seorang perempuan hamil dan satu anak berhasil selamat," kata Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi, dikonfirmasi.

Menurut Bambang, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Tim PMK langsung terjun ke lokasi untuk memadamkan api setelah mendapat laporan itu dari masyarakat.

"Baru 20 menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Kami minta maaf, karena ada korban jiwa. Semuanya ditemukan dalam satu ruangan tanpa jendela yang terletak di paling pojok," katanya.

Delapan jenazah yang ditemukan tewas sudah evakuasi ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sementara satu dari enam korban selamat telah dirawat di RSUD Dr Soewandhie Surabaya.

"Menurut informasi dari warga, korban yang selamat itu berhasil keluar dari jendela rumah tersebut, sedangkan yang meninggal ditemukan berada dalam satu ruangan tanpa jendela," ujarnya.

Tiga dari enam orang dilaporkan selamat telah keluar dari dalam rumah indekos dua lantai tersebut. Tiga di antaranya orang dewasa dan satu ibu hamil yang berhasil keluar lewat jendela berukuran 60x90 cm.

Baca: Indekos di Surabaya Terbakar, Delapan Tewas

Satu anak juga selamat karena keluar dari jendela itu dan dilempar dari lantai dua. "Sementara dua orang lainnya keluar menerobos api dari lantai satu," katanya.

Kebakaran terjadi di sebuah rumah kos kosan di Kebalen Kulon Gang II No 9 terjadi pukul 14.40 WIB. Dugaan sementara karena korsleting listrik. Di lantai dua tempat api berasal, terdapat empat kamar yang posisinya berjajar.

Satu kamar terbuat dari tembok, sisanya terbuat dari triplek. Seluruh bagian lantai dua habis terbakar. Sementara api juga mengenai sebagian lantai satu dan satu buah mobil yang diparkir di lantai satu.

Kebakaran ini tidak sampai merembet ke bangunan lain karena bangunan milik Haji Hadirin ini berupa rumah permanen seluas 4x12 meter dari beton cor. Bangunan sempat digunakan sebagai studio musik. Karena itu model bangunannya dibuat tertutup.

 


(SUR)