Polda Jatim tak Bisa Larang Perorangan ke Tamasya Al-Maidah

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 17 Apr 2017 17:22 WIB
pilgub dki 2017
Polda Jatim tak Bisa Larang Perorangan ke Tamasya Al-Maidah
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, belum menemukan massa terorganisir yang akan mengikuti tamasya Al-Maidah di hari pencoblosan Pilgub DKI Jakarta, 19 April. Namun, Polda mengetahui jika ada peserta dari Jawa Timur yang berangkat secara perorangan.

"Ada yang berangkat dari beberapa organisasi. Tapi, berangkatnya perorangan," katanya di Surabaya, Senin, 17 April 2017.

Frans mengaku, pihaknya tidak bisa melarang perserta aksi tamasya Al-Maidah berangkat ke Jakarta secara perorangan. Sebab, secara hukum tidak aturan yang bisa mencegah keberangkatan perorangan.

"Misalnya, mereka berangkat meskipun dengan menggunakan atribut, lalu saat kita tanya mau ke keluarganya di Jakarta, kan kita tidak bisa mencegahnya," jelas dia.

Frans mengatakan, Polda Jatim telah memberikan imbauan kepada sejumlah organisasi masyarakat di wilayah hukumnya agar tidak mengikuti tamsya Al-Maidah di Jakarta. Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat serta MUI Jawa Timur.

"Sudah kami sampaikan juga di acara-acara organisasi agar tidak turut dalam aksi tersebut," katanya.

Tamasya Al-Maidah rencananya digelar 19 April 2017 di Jakarta bersamaan dengan pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta. Massa akan ikut mengawasi jalannya pemungutan suara hingga tuntas.

Sebelumnya, beredar selebaran yang mengajak warga luar Jakarta mengikuti tamasya Al-Maidah. Tujuannya, mengawasi proses pemilihan Pilkada DKI yang digelar pada 19 April.
 
Dalam poster tersebut dijelaskan, program tamasya Al Maidah adalah aksi bela Islam. Panitia acara mengajak umat Islam di luar Jakarta mendatangi TPS-TPS di Ibu Kota.

Polda Metro Jaya bersama KPU DKI dan Bawaslu DKI mengeluarkan maklumat bersama. Isinya, larangan mobilisasi massa pada hari pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI Jakarta. Warga yang nekat datang bakal dipulangkan.


(SAN)