150 Pemuda Ikut Pertemuan Lintas Agama ASEAN di Jombang

Nurul Hidayat    •    Sabtu, 28 Oct 2017 12:59 WIB
sumpah pemuda toleransi beragama
150 Pemuda Ikut Pertemuan Lintas Agama ASEAN di Jombang
Kegiatan Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 di Universitas Persantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang. Foto: MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Kegiatan Asean Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 digelae di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur. Sekitar 150 pemuda dari berbagai belahan dunia hadir dalam acara ini.

Perhelatan linta agama ini dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Abdurahman Muhammad Fachri. Kabupaten Jombang dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan AYIC 2017 karena terkenal sebagai kawasan pesantren yang santrinya mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Santri Jombang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan tidak salah jika memilih Jombang sebagai tuan rumah pelaksaan AYIC 2017,” ujarnya saat ditemui usai membuka AYIC 2017 di Universitas Persantren Tinggi Darul Ulum, Sabtu 28 Oktober 2017.

Jombang juga melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional yang memberikan warna dalam perjuangan Indonesia. Pas dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda.

Ia menambahkan, AYIC salah satu program andalan Indonesia. Ajang ini digelar agar pemuda di asia tenggara dan negara lain dapat lebih memamahami toleransi di dalam kehidupan. Indonesia ingin menunjukkan bagaimana pesantren menjadi jendela bagi dunia luar untuk memahami toleransi di Indonesia.

“Mereka yang menjadi peserta dapat mendapatkan gambaran yang ada di pesantren, karena di sini semua ada. Mulai dari toleransi sampai soal kehidupan sosialnya,” Imbuhnya.

Kegiatan AYIC 2017 berlangsung pada tanggal 28-30 Oktober 2017 dan diikuti oleh 150 pemuda dari 21 negara meliputi Indonesia, Kamboja, Brunei Darusalam, Laos, Vietnam, Malasia, Filipina, Thailand, Singapura, Jepang, Pakistan, Madagaskar, Lithuania, Maroko, Mesir, Honggaria, Amerika Serikat, Tanzania, Korea Selatan, Libya, Belanda Dan Inggris.

AYIC Bertujuan Untuk mencegah intoleransi dan radikalisme, menyediakan akses informasi yang terkait dengan perbedaan praktik agama dan toleransi di ASEAN. Agenda tahunan ini ingin menunjukkan lepada para pemuda arti toleransi dalam keberagaman di Indonesia.


(SUR)