Aksi Sekelompok Orang Tolak Risma Jadi Pendamping Gus Ipul

Amaluddin    •    Jumat, 05 Jan 2018 17:57 WIB
pilgub jatim 2018
Aksi Sekelompok Orang Tolak Risma Jadi Pendamping Gus Ipul
Aksi sekelompok warga menolak Risma menjadi bakal cawagub Jatim, di Surabaya, Jumat 5 Januari 2018, Medcom.id - Amal

Surabaya: Sekelompok massa yang mengatasnamakan Forum Relawan Saya Surabaya mengelar aksi damai di depan kantor Balai Kota Surabaya, Jumat, 5 Jumat 2018. Mereka menolak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi cawagub Jatim menggantikan Abdullah Azwar Anas pada Pilgub Jatim 2018.

Massa menggelar aksi setelah mendapat kabar Anas akan mundur dari pencalonan wakil gubernur. Kabar itu beredar di sosial media. Kabar lain pun menyebutkan Risma akan menggantikan posisi Anas sebagai bakal calon wakil gubernur Jatim mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Tujuan aksi damai ini jelas, kami menolak Risma dicalonkan menjadi cawagub Jatim,” kata Koordinator Aksi, Imam Budi Utomo, dalam orasinya.

Peserta aksi membentangkan sejumlah poster yang menolak Risma maju di pilgub Jatim'. Di antaranya, spanduk ukuran besar bertuliskan 'Risma Tetap Wali Kota Surabaya' dan 'Tolak Risma Cawagub Jawa Timur'. Tidak ada orasi dan yel-yel dalam aksi ini.

"Kami minta Risma menyelesaikan masa jabatannya di periode kedua kepemimpinannya di Surabaya. Masih banyak pekerjaan bu Risma yang harus diselesaikan," kata Imam.

Imam menilai masih banyak calon pemimpin lain di Jatim yang layak untuk maju dalam kontestasi demokrasi di provinsi ini. Jika nanti Risma tetap maju di Pilgub Jatim, pihaknya tidak segan-segan menggelar kembali unjuk rasa dengan jumlah massa lebih banyak.

"Risma harus selesaikan janji-janji politiknya terlebih dulu. Misalnya, sekolah gratis mulai jenjang dasar hingga menengah. Kemudian masalah bangunan cagar budaya yang hingga kini masih berpolemik," katanya.

Sementara itu Anas membantah kabar tersebut. Anas menilai kabar itu sebagai bentuk pembunuhan karakter.

Baca: Abdullah Azwar Anas: Ada Upaya Pembunuhan Karakter

“Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter. Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat (Bupati Banyuwangi),” kata Anas, dalam rilis yang diterima Medcom.id, Jumat, 5 Januari 2018.


(RRN)