Pilgub Jatim 2018

Risma tak akan Hadiri Agenda Pengumuman Pilgub Jatim

Amaluddin    •    Senin, 09 Oct 2017 19:00 WIB
pilkada 2018
Risma tak akan Hadiri Agenda Pengumuman Pilgub Jatim
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak dapat menghadiri agenda pengumuman PDI Perjuangan terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Alasannya, perempuan yang akrab disapa Risma itu harus menghadiri sebuah acara di Tokyo, Jepang.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai menemui Risma di Surabaya, Senin 9 Oktober 2017. Tapi, kata Hasto, komunikasi tetap berlangsung.

"Ibu Risma berada di Tokyo untuk menerima penghargaan. Meski begitu, komunikasi bisa melalui telekonferensi," kata Hasto didampingi Risma dalam keterangan persnya.

Hasto mengatakan PDI Perjuangan bakal mengumumkan calon yang maju dalam Pilgub Jatim. Rencananya, pengumuman digelar di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, Minggu 15 Oktober 2017. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri yang akan langsung menyampaikan informasi tersebut.

Baca: Peluang Risma Dicalonkan jadi Cagub Jatim Terbuka Lebar

"Nantinya, acara itu dihadiri pimpinan dan pengurus struktur partai, mulai dari DPC, DPD, dan DPP serta calon yang bakal diusung," ungkap.

Hari ini, Hasto mendatangi Risma di Surabaya. Hasto mengaku menyampaikan pesan khusus dari Megawati untuk Risma terkait pelaksanaan Pilgub Jatim. Namun Hasto enggan membeberkan pesan tersebut.

Baca: Sekjen PDI Perjuangan Bawa Pesan Megawati untuk Risma

Hasto mengaku sengaja menemui Risma secara langsung. Ia khawatir pesan itu bocor bila disampaikan melalui orang lain atau berkomunikasi via telepon.

"Sekarang kan rawan penyadapan, apalagi bicara melalui handphone sekarang kan tidak aman. Makanya kita sampaikan secara langsung ke Bu Risma terkait pesan-pesan Bu Mega tersebut," kata Hasto, dengan nada bercanda.

Hasto mengatakan Risma siap membantu merealisasikan pesan tersebut. Namun, lagi-lagi, Hasto merahasiakannya.

Wajib Dipatuhi

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, meminta seluruh kader wajib mendukung putusan yang disampaikan pada 15 Oktober mendatang. Bila membelot, kader terancam dipecat.

"Karena keputusan itu sudah final dan mengikat. Setiap kader wajib mendukung kandidat yang diusung," kata Kusnadi di Surabaya.

Lantaran itu, Kusnadi berharap tak ada kader yang mengeluhkan keputusan itu. Apalagi, lanjutnya, keputusan itu merupakan wewenang dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.

Kusnadi mengaku beredar informasi sejumlah nama bakal dicalonkan sebagai pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Hingga berita ini dimuat, nama Gus Ipul yang muncul sebagai calon gubernur. Gus Ipul mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara PDI Perjuangan pada beberapa waktu lalu, lanjut Kusnadi, mengisyaratkan akan berkoalisi dengan PKB. Namun, keputusannya menunggu pengumuman dari DPP PDI Perjuangan.



(RRN)